Kumpulan mahasiswa Kalteng saat melaksanakan makrab di Yogyakarta, belum lama ini. (HPMKT UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA- Menuntut ilmu bisa di mana saja dan kapan saja. Namun, tanah kelahiran tetap jadi kebanggaan. Begitulah yang tertanam dalam pikiran dan akan selalu diimplementasikan para mahasiswa Kalteng yang sedang menimba ilmu di Yogyakarta.

“Kami pelajar mahasiswa Kalimantan Tengah menyatakan bersatu padu membangun Kalteng, bersatu padu mendedikasikan diri untuk Kalteng, bersatu padu menjaga alam raya Kalteng. Atas nama Himpunan Pelajar Mahasiswa Kalimantan Tengah di Yogyakarta,” begitulah ikrar 120 mahasiswa di Desa Pulesari, Yogyakarta, Sabtu 3 November 2019.

Kalimat demi kalimat yang terdengar dalam video yang dikirimkan Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Kalteng Kota Yogyakarta (HPMKT) Tovan Dwi Pratama, menggambarkan harapan yang besar yang diramu dalam ikrar persatuan itu. Kalteng memang membutuhkan generasi-generasi muda yang mampu melanjutkan pembangunan.

Bersekolah dan menimba ilmu di mana saja, tetapi tanah kelahiran tetap menjadi kecintaan mereka. Mereka juga tidak lupa, di mana bumi dipijak di situlah langit dijunjung. Apalagi masyarakat Dayak begitu terkenal dengan keakrabannya. Budaya yang melekat pada diri setiap orang Dayak tak akan lepas, meski berada di luar tanah Dayak.

Memilih berpendidikan tinggi di pulau seberang, khususnya Jawa Tengah, bukan semata-mata ingin pergi dan meninggalkan tanah Bumi Tambun Bungai. Mereka mencari bekal demi kemajuan Kalteng ke depan. Kata mereka, siapa lagi jika bukan anak-anak Kalteng yang akan melanjutkan pembangunan ini.

Rasa kecintaan terhadap tanah kelahiran, diwujudkan dengan menggelar malam keakraban (makrab) yang diselenggarakan di Desa Wisata Pulesari, Yogyakarta, Sabtu (3/11). Makrab ini sebagai wadah berkumpul dan mempererat sesama warga Kalteng. “Makrab menjadi kekuatan bagi kami para pemuda-pemudi Kalteng,” kata Tovan saat dihubungi Kalteng Pos, Kamis (7/11).

Menurutnya, dengan adanya pertemuan yang dilakukan dengan saudara sesama daerah ini, memberikan dampak positif baru bagi mereka yang memilih hidup jauh dari orang tua demi menuntut ilmu, yang nantinya akan mereka bawa kembali ke tanah kelahiran, Kalteng. “Kegiatan ini juga untuk menciptakan rasa cinta akan tanah kelahiran, tanah Dayak,” katanya.

Dijelaskannya, makrab yang dilaksanakan itu mengusung tema “Revitalisasi Generasi Muda Kalteng Guna Melahirkan Intelektual Progresif.” Dari tema tersebut terlihat bahwa hasil dari makrab yang dilaksanakan dapat menciptakan generasi-generasi Kalteng yang memiliki tujuan, terkait bagaimana langkah strategis ke depan untuk Kalteng. “Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan bentuk pemahaman, pandangan bagi kawan-kawan yang terlibat, guna menciptakan langkah strategis ke depannya,” kata pria asal Kabupaten Kapuas ini.

Kegiatan makrab tersebut diikuti oleh 120 peserta. Terdiri atas himpunan Pelajar Mahasiswa Sukamara, Lamandau, Kobar, Kotim, Seruyan, Gunung Mas, Katingan, Palangka Raya, Kapuas, Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, Murung Raya, serta Pulang Pisau. Juga turut hadir perwakilan dari Asrama Putra dan Putri Provinsi Kalteng di Yogyakarta.

“Kami mahasiswa Kalteng yang ada di Yogyakarta, sebulan sekali rutin bertemu dan berdiskusi, mulai dari isu sosial, promosi budaya, bahkan membahas langkah konkret untuk menciptakan kaderisasi, agar pemuda Kalteng bisa menjadi seorang pemimpin,” beber Tovan.

Dicontohkannya, wali kota dua periode Riban Satia merupakan salah satu alumnus dari kelompok itu. Karena itu, perlu ada kaderisasi pemuda yang nantinya diharapkan menjadi pemimpin Kalteng di masa depan. “Untuk itu kami deklarasikan bahwa kami sebagai warga Kalteng di Yogyakarta hanya menimba ilmu. Setelah itu kami akan kembali dan membangun masa depan Kalteng,” ucap mahasiswa Universitas Mercubuana, Yogyakarta.

Sebagai mahasiswa, pihaknya bisa membantu hal-hal dalam taraf kemampuannya, seperti pendampingan mahasiswa Kalteng yang meninggal dunia di Yogyakarta dan membuka diskusi bertajuk sosial budaya maupun kritik sosial Kalteng. “Bahkan pada Maret lalu kami melaksanakan Budaya Festival Mini Isen Mulang dengan tema “Taharu Lewu”. Hal itu dilaksanakan dalam rangka mengenalkan budaya Kalteng kepada masyarakat luas, salah satunya di Yogyakarta,” bebernya.

Kegiatan para muda-mudi Kalteng itu turut dihadiri Kepala Badan Penghubung Perwakilan Kalteng, Sawun. Dalam kesempatan itu ia mengajak pahari (saudara, red) yang ada dalam makrab itu, agar senantiasa menjunjung tinggi prinsip huma betang. Bagi mahasiswa asal Kalteng yang berkuliah di Kota Yogyakarta, ia menekankan agar senantiasa tahu menempatkan diri serta saling menjaga persatuan dan kesatuan antarsesama. (abw/ce/ami)

Loading...

You Might Also Like