Mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian (Kiri) bersama Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (Kanan) meninggalkan lapangan upacara pada Upacara Tradisi serah terima Panji-panji Tribrata Kapolri dan pengantar tugas Kapolri di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, Rabu (6/11). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)


Kapolri Jendral Idham Azis menjawab kedekatannya dengan Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian. Kedekatan ini disebut-sebut menjadi alasan terpilihnya Idham menggantikan Tito di pucuk pimpinan Polri. Sambil tertawa, Idham menjawab dengan jelas tudingan-tudingan itu.

Idham Azis tidak mau ambil pusing terhadap isu miring tersebut. Dia hanya fokus menjalankan mandat yang diberikan kepadanya sebagai Kapolri hingga Februari 2021 mendatang.

“Patung pancoran yang diam saja banyak yang tidak suka, apalagi saya. Jadi abang-abang kalau suka terima kasih, kalau tidak suka ya saya tinggal,” ucap Idham diiringi tawa di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Rabu (6/11).

Sementara itu, terkait tudingan ia memiliki kedekatan khusus dengan Tito, Idham pun tak mau memikirkannya. Dia mengatakan, kedekatan tersebut terjadi karena Tito memang komandannya saat masih menjabat Kapolri. Sehingga wajar seorang bawah menunjukan loyalitasnya kepada pimpinan.

“Banyak yang bilang saya orang Pak Tito, saya polisi ya pasti saya orangnya Kapolri (Tito). Masa saya orangnya Pangkostrad, masa saya orangnya Danjen Kopassus,” kata Idham diiringi tawa seperti dilansir Radar Depok (Jawa Pos Group), Kamis (7/11).

“Saya minta maaf gaya saya memang seperti inilah. Saya tidak tahu kenapa Pak Presiden bisa memilih saya (menjadi Kapolri),” sambungnya.

Di sisi lain, Idham memastikan akan bekerja maksimal sebagi Kapolri. Program-program Promoter yang dicanangkan Tito akan dilanjutkan sebaik mungkin. “Saya akan melanjutkan seluruh program yang dicanangkan Bapak Mendagri, Kapolri sebelumnya,” pungkas mantan Kabareskrim itu.(jpc)

 

Loading...

You Might Also Like