Ketua DPP Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, dalam sebuah acara diskusi beberapa waktu lalu (Hendra Eka/Jawa Pos)


Partai Keadilan Sejahtera atau PKS menegaskan ‘istiqamah’ sebagai oposisi untuk lima tahun ke depan. Di mata PKS, demokrasi akan sehat jika ada check and balance atau kekuatan penyeimbang.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menuturkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno sudah meminta bertemu Presiden PKS Sohibul Iman. Permintaan itu ditolak mentah-mentah PKS.

“Pak Pratikno sudah meminta PKS ketemu dengan Pak Jokowi. Tapi PKS mau ketemu setelah pelantikan, seperti lima tahun lalu,” ungkap Mardani di Jakarta Pusat, Sabtu (19/10).

Mardani menambahkan, Jokowi menghargai sikap PKS sebagai oposisi. Meski demikian, PKS berjanji terbuka untuk menjalin komunikasi dengan Jokowi lima tahun ke depan.

“Komunikasi tetap dibangun karena sebagai anak bangsa, tentu yang sesuai kami dukung, kalau tidak sesuai kami kritisi. Tetap kami istiqamah tetap oposisi,” tegas dia.

Di sisi lain, Partai Gerindra menegaskan siap membantu pemerintahan Jokowi ke depan. Jokowi dan Ketua Umum Gerindra sudah bertemu beberapa waktu lalu di Istana Merdeka.

Digadang-gadang bergabung dalam kabinet, Gerindra menegaskan tetap kritis terhadap pemerintah. Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menuturkan diperlukan kreativitas dalam membangun bangsa dan negara.

“Jangan karena gabung dengan pemerintah, demokrasi, dinamika, dan kreativitas hilang. Kritik yang konstruktif, inovasi perlu, makanya Gerindra akan tetap kritis,” ujar dia.(jpg)

 

Loading...

You Might Also Like