Ketua TP PKK Kapuas Ary Egahni Ben Bahat menyerahkan materi kepada peserta disaksikan oleh Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat dan didampingi oleh Ketua Himpaudi Kalteng Roslita dan Kepala Disdik Suwarno Muriyat, Rabu (16/10).( HMSKMF UNTUK KALTENG POS)


KUALA KAPUAS – Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat mengatakan setiap daerah harus memiliki sarana sanitasi yang bersih. Kemudian, adanya ketersediaan air bersih hingga pelaksanaan imunisasi lengkap sampai ke desa. Hal itu menjadi faktor penting dalam rangka menurunkan dan mencegah stunting (tubuh pendek atau kerdil).

Bupati menyampaikan hal tersebut saat membuka Bimbingan Teknis Pendidikan Keluarga dalam rangka penurunan angka stunting Tahun 2019, Rabu (16/10). Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Bappeda itu dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas selaku Bunda Paud Ary Egahni Ben Bahat, sekaligus diundang sebagai narasumber dalam bimbingan teknis tersebut.

Ia menegaskan untuk tahun 2020 tidak ada lagi jamban helikopter, harus sudah digantikan dengan sanitasi yang bersih. "Air bersih di Kapuas sudah mencapai 70 persen. Minta sumur bor minimal satu untuk beberapa keluarga agar mendorong persentase air bersih di Kapuas semakin lebih besar," terangnya.

Sementara itu, Ary Egahni yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI Daerah Kalteng menyampaikan pemaparan tentang program dan strategi TP PKK dalam penurunan angka stunting di Kabupaten Kapuas. Ia mengawalinya dengan mengatakan bahwa tujuan dari pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Untuk itu, ia menekankan pembangunan kesehatan ada karena adanya kesadaran dan kemauan serta kemampuan. PKK tidak bisa bergerak tanpa eksekutor yaitu kepala desa sebagai pembina atau motor penggerak TP PKK Desa. Peran PKK dalam 10 Program Pokok PKK memampukan semua kader agar dapat dihayati dan dieksekusi, pemangku kebijakan dan pengeksekusi program adalah kepala desa dan yang melakukannya adalah ketua TP PKK Desa atau bunda PAUD Desa.

"Saya minta satu desa satu paud holistik terintegratif. Dalam hal ini dinas terkait secara stimultan bersama-sama untuk selalu berkoordinasi dengan kepala desa untuk memberikan pembekalan," katanya.

Ia menjelaskan, salah satu upaya untuk menurunkan stunting adalah dengan mengembangkan Rumah Desa Sehat (RDS), diperlukan peran penting PKK, yang tujuannya memudahkan dalam mengakses pelayanan kesehatan dasar, mengembangkan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat serta berprilaku hidup bersih dan sehat.

Istri orang nomor satu di Kabupaten Kapuas itu menekankan rumah sehat dapat mencegah stunting, bukan hanya bagus dan enak dipandang tetapi juga harus sehat yaitu sehat bangunannya dan sehat perilaku penghuni.

Selain itu, ia menerangkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat melalui penggerakan peran kader yaitu salah satunya para kader harus mendukung gerakan masyarakat hidup sehat. Kemudian, pengembangan atau pengorganisasian masyarakat yaitu dengan penguatan pengelolaan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM).

"Kader PKK punya peran strategis menurunkan angka stunting, asalkan mau mengeksekusinya secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan sampai ke desa. Masyarakat tidak akan gerak kalau pemangku kepentingan tidak bergerak, untuk itu saya minta peran kepala desa dan ketua TP PKK sebagai penggerak utama yang ada di desa," pungkasnya. (hmskmf/ila/iha/CTK)

Loading...

You Might Also Like