Anggota Komisi II DPRD Kalteng Hj Maryani Sabran


PALANGKA RAYA- Nama Hj Maryani Sabran memang sangat familiar di wilayah Kotawaringin. Dia merupakan satu-satunya anggota DPRD Kalteng perempuan yang lolos dari daerah pemilihan (dapil) III, meliputi Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Sukamara.

Melihat rakyatnya sedang menderita kesusahan, Hj Maryani Sabran langsung terketuk hati. Jiwa sosialnya pun muncul. Dia bergerak ke lapangan untuk memberikan pertolongan. Ini bukan pencitraan saat dirinya menjadi anggota dewan. Akan tetapi, bantuan kepada warga miskin sudah sering dilakukannya jauh sebelum duduk sebagai anggota dewan. Hanya sedikit yang terekspos ke media cetak, elektronik, maupun online.

Beberapa bantuan yang sempat terekspos media adalah ketika Hj Maryani memberikan bantuan kepada satu keluarga menempati sebuah gubuk di tengah semak belukar di Kelurahan Baru, Kotawaringin Barat (Kobar). Bantuan itu diberikan jauh sebelum dia duduk menjadi wakil rakyat. Hj Maryani memberikan bantuan pengobatan hingga mengontrak tempat tinggal bagi keluarga tersebut.

Jiwa sosialnya selalu melekat dalam dirinya. Teranyar, adik kandung dari Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran ini siap membantu pengobatan Amira (9) yang menderita kelenjar getah bening dan dirawat di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya. Politikus PDIP itu pun menyempatkan diri menjenguk Amira yang sedang menjalani perawatan medis.

Kini, ketika ia duduk di kursi DPRD Kalteng, Hj Maryani Sabran juga siap memperjuangkan aspirasi untuk kesejahteraan masyarakat di Bumi Tambun Bungai ini. Melalui Komisi II DPRD Kalteng, Hj Maryani akan berjuang sejalan dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Salah satunya memperjuangkan plasma perkebunan untuk masyarakat.

“Paling utama adalah mau memperjuangkan plasma, karena itu wajib tabungan. Bukan janji politik,” kata politikus PDIP Kalteng tersebut kepada media, di Gedung DPRD Kalteng, Rabu (16/10).

Menurutnya, hal itu sangat membantu masyarakat yang kurang mampu, baik untuk berobat maupun urusan lainnya.

“Jika tidak memiliki BPJS pun mereka bisa dapat dari situ. Biaya pendidikan juga bisa diperoleh dari situ. Yang penting manajemen koperasi dijaga dan kebun tidak boleh dijual lagi kepada masyarakat jika sudah dikasi melalui plasma,” tegasnya.

Selain plasma, persoalan pertambangan juga masih menjadi perhatian. Perlu mengetahui dan memantau sejauh mana kontribusi pengusaha tambang untuk masyarakat sekitar.

“Mulai dari penerangan (listrik), jalan, anak sekolah (pendidikan) melalui bantuan CSR wajib,” ungkap srikandi yang tergabung dalam Komisi II Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) itu.

Pihaknya berharap pelaksanaan CSR mesti tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat. Selain itu, perusahaan tambang diwajibkan melakukan reklamasi pada area bekas galian tambang. Jangan sampai perusahaan mengabaikan hal itu, karena akan sangat merugikan masyarakat yang berdomisili di sekitar lokasi tersebut.

Kendati merupakan wajah baru, tapi dirinya siap untuk melakukan apa pun sepanjang untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.(nue/ce/ala)

Loading...

You Might Also Like