BNNP Kalteng menggelar jumpa pers terkait hasil tangkapan selama bulan September lalu. Kepala BNNP Kalteng Drs Marudut Hutabarat didampingi Kabid Pemberantasan I Made Kariada mengatakan terdapat dua orang kurir sabu yang ditangkap pihaknya, berinisial MB (38) dan HS (42).


PALANGKA RAYA-Operasi Antik Telabang 2019 sudah dilaksanakan sejak 1 Oktober lalu. Polda Kalteng dan polres jajaran sudah melakukan pengungkapan kasus. Dalam rentang waktu 15 hari, sudah 75 pelaku yang ditangkap di seluruh wilayah Kalteng.

Dari para pelaku tersebut, sebanyak 815, 64 gram sabu berhasil diamankan. Tak hanya narkoba, polisi juga mengamankan 21,5 liter minuman keras (miras), 2 butir ekstasi, dan 19 botol minuman keras. (Lihat tabel)

Dirresnarkoba Polda Kalteng Kombes Pol Wijonarko mengatakan, para pelaku yang diamankan itu adalah hasil dari 60 laporan polisi. Selain barang haram, pihaknya juga menyita beberapa peralatan untuk mengisap sabu dan 61 ponsel, 18 sepeda motor, dan 6 mobil.

“Usia dan pekerjaan pelaku bervariasi, Sementara belum kami rincikan secara detail, karena masih dalam tahap pemeriksaan rutin,” katanya kepada Kalteng Pos, kemarin.

Selain penegakan hukum, anggota juga rutin menggelar razia di sejumlah tempat, seperti di tempat hiburan malam maupun di jalan. Pihaknya menjaring para pengguna melalui tes urine. Dari mereka yang diindikasi positif narkoba, polisi berusaha menggali keterangan untuk mengejar dan menangkap para pengedar.

“Yang positif narkoba kami serahkan ke BNNP Kalteng untuk di-assessment dan bisa berujung ke rehabilitasi,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng, kemarin (16/10), menggelar jumpa pers terkait hasil tangkapan selama bulan September lalu.

Kepala BNNP Kalteng Drs Marudut Hutabarat didampingi Kabid Pemberantasan I Made Kariada mengatakan, terdapat dua orang kurir sabu yang ditangkap pihaknya, berinisial MB (38) dan HS (42).

"Kedua orang tersebut berhasil kami amankan di jalan trans Kalimantan Km 25, Desa Taruna, Kecamatan Jabiren, Sabtu sore (21/9)," ucapnya.

Pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat perihal adanya pengiriman barang diduga narkotika. Pengiriman dilakukan melalui jalur darat dari Kota Banjarmasin, Kalsel.

"Setelah melakukan penyelidikan, tim BNNP Kalteng bekerja sama dengan anggota yang bertugas di Pos Lalu Lintas Jabiren untuk melaksanakan giat razia. Akhirnya berhasil mengamankan kedua orang tersebut," bebernya.

Dari hasil penangkapan itu, disita barang bukti sabu dengan berat kotor 400 gram. Barang haram itu dimasukkan dalam empat bungkus plastik klip besar. Barang yang terbungkus dalam plastik hitam tersebut rencananya akan dibawa ke Kabupaten Gumas.

"Dari hasil interogasi, MB dan HS mengaku membawa barang tersebut atas perintah seseorang berinisial FH yang merupakan narapidana penghuni Lapas Kelas II A Palangka Raya," sebut Marudut.(*oiq/ce/ram)

Loading...

You Might Also Like