Ilustrasi warna gigi. Foto: Diarifemenino


Ternyata, warna gigi tak hanya bisa berubah warna jadi kuning, tapi juga bisa menjadi abu-abu. Apa pun warnanya, perubahan warna pada gigi bisa meruntuhkan kepercayaan diri seseorang.

Warna gigi berubah menjadi keabuan dialami oleh sebagian orang, khususnya pada mereka yang sudah mulai berumur. Namun, kondisi tersebut juga bisa dialami oleh usia yang lebih muda. Apa saja penyebab perubahan gigi menjadi kelabu?

Penyebab warna gigi berubah menjadi abu-abu

Faktanya, perubahan warna tersebut tak hanya dipengaruhi usia. Faktor lainnya yang juga turut memengaruhi adalah:

1. Obat tetrasiklin

Tetrasiklin adalah antibiotik yang mampu membunuh bakteri gram negatif dan gram positif. Antibiotik ini pertama kali ditemukan pada tahun 1949 dan diberikan dengan cara disuntik atau secara oral.

Tetrasiklin dapat menghasilkan kalsium ortofosfat, yaitu senyawa yang bisa memengaruhi jaringan dan matriks kalsifikasi enamel gigi. Kondisi ini bisa berujung pada pigmentasi (perubahan warna) pada gigi.

Penggunaan tetrasiklin pada masa kehamilan, terutama pada trimester ketiga, juga bisa berdampak pada warna gigi bayi yang dikandung. 

Jika antibiotik ini dikonsumsi oleh anak-anak berusia di bawah 8 tahun, risiko anak tersebut untuk memiliki gigi berwarna abu-abu juga semakin tinggi. Perubahan warna juga tak hanya terjadi pada bagian gigi yang tampak saja, tapi sampai ke akarnya.

2. Restorasi gigi

Restorasi gigi biasanya dilakukan untuk mengatasi gigi berlubang. Menurut drg. Wiena Manggala Putri dari KlikDokter, sebelum penambalan pada gigi berlubangdilakukan, saluran akar harus dibersihkan terlebih dahulu agar steril dan bebas dari infeksi kuman.

Setelah itu, saluran akar diisi dengan bahan pengisi saluran akar untuk mencegah kontaminasi bakteri. Kemudian, gigi ditutup dengan restorasi akhir berupa tambalan sinar atau mahkota tiruan. Sayangnya, bahan-bahan yang digunakan untuk mengisi saluran akar tersebut dapat memicu perubahan pada warna gigi.

3. Pengobatan saluran akar gigi

Obat yang biasa digunakan dalam proses ini adalah obat yang mengandung demeclocycline hydrochloride dan triamcinolone acetonide. Kedua bahan aktif tersebut ternyata dapat mengubah warna gigi menjadi keabu-abuan.

4. Trauma pada gigi

Apa pun yang memotong aliran darah ke gigi atau terjadinya trauma pada gigi dapat menyebabkan gigi mati dan perlahan berubah warna menjadi abu-abu.

Selain bisa memicu perubahan warna gigi di masa depan, drg. Wiena juga mengatakan bahwa trauma gigi juga bisa menyebabkan gigi goyang.

5. Kerusakan pada gigi

Gigi yang busuk juga dapat membuat aliran darah gigi terpotong, mati, lalu berubah menjadi abu-abu. Untuk mencegah kerusakan dan pembusukan pada gigi, cobalah kurangi konsumsi makanan atau minuman yang terlalu asam seperti kopi, cuka, minuman bersoda, atau buah-buahan yang asam.

Meski tak langsung mengubah warna gigi menjadi abu-abu, drg. Wiena menambahkan, gula yang terkandung pada minuman bersoda juga dapat menimbulkan plak. Bila plak dibiarkan, lama-kelamaan justru akan mengubah warna gigi menjadi kuning. Sama saja, kan, buruknya?

6. Dentinogenesis imperfecta

Dentinogenesis imperfecta adalah ganggguan yang bersifat turunan dan dapat membuat gigi bayi tampak biru keabu-abuan secara permanen.

Biasanya, penderitanya juga akan memiliki gigi yang lemah dan sensitif, sehingga rentan untuk mengalami kerusakan gigi.

7. Penuaan gigi

Bukan cuma kulit yang bisa menua, ternyata gigi pun bisa. Seperti yang sudah sempat disinggung sebelumnya, perubahan warna gigi memang dapat disebabkan oleh pertambahan usia.

Bila sudah berubah warna, gigi tersebut akan rapuh. Itulah sebabnya banyak orang tua yang mengalami ompong.

Perawatan pemutihan gigi mungkin dapat dilakukan untuk mengatasinya. Namun, jika gigi berubah warna karena obat, pemutihan gigi tak akan bisa memberikan hasil yang merata di semua gigi. Cobalah konsultasikan pada dokter gigi Anda untuk menemukan solusi yang lebih efektif.(MS/RN/klikdokter)

Loading...

You Might Also Like