Suporter Kalteng Putra saat memberikan dukungan secara langsung di Stadion Tuah Pahoe. Salah seorang pemain Kalteng Putra, Takuya Matsunaga terlihat di toko sport kawasan pasar besar Palangka Raya untuk mencari celana pendek Reebok. (FOTO : KALTENG POS/KPC)


PALANGKA RAYA- Dua kelompok suporter Kalteng Putra, Pasus 1970 dan Kalteng Mania langsung bereaksi menyusul kejadian mogoknya secara kompak para skuad Laskar Isen Mulang, julukan Kalteng Putra dalam menjalankan kewajiban berlatih di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Jumat (11/10) lalu.

Pasus 1970 berencana melakukan aksi turun ke jalan untuk menggalang  dana di beberapa titik Kota Palangka Raya. Aksi penggalangan dana ini, merupakan respons cepat salah satu kubu pendukung tim Kalteng Putra terhadap kondisi yang tengah dialami klub kebanggaan warga Kalteng tersebut.


“Kami masih koordinasi dengan kawan-kawan di lapangan untuk melakukan aksi penggalangan dana in,  dengan tujuan memberikan fisioterapi kepada manajemen,"ungkap salah satu koordinator Pasus 1970, Hendri Ehen kepada Kalteng Pos kemarin, (12/10).

Meskipun belum diketahui keterangan resmi dari pihak manajemen dan pelatih terkait aksi mogok pemain Kalteng Putra, namun sudah diprediksi para suporter bahwa reaksi “ngambek” pemain itu berkaitan dengan hak yang semestinya diterima pemain. Ya, tentu gaji pemain.

Oleh sebab itulah, suporter berinisitif  bergerak dalam penggalangan dana tersebut. Yakni dengan bentuk ajakan kepada masyarakat Kalteng untuk ikut membantu keuangan tim dengan memberikan sumbangan koin 1000 rupiah.

Dengan demikian, menurut Ehen, dapat menjadikan perhatian manajemen untuk segera mengambil langkah terhadap kondisi tim.

"Kalau saya pribadi lebih mengharapkan kepedulian dari CEO agar bisa segera menyelesaikan permasalahan ini,"katanya.

Sebab lanjutnya, semua bermuara kepada CEO Kalteng Putra yang saat ini sebagai pemegang kendali tim. "Kita semua sangat mencintai Kalteng Putra, dan berharap segera bangkit dari keterpurukan. Namun keberhasilan semua itu hanya bisa berjalan dengan dukungan dan kepedulian serta komitmen dari CEO sendiri,"tegasnya.

Dikatakannya, bahwa suporter hanya bisa berteriak dan memberikan dukungan secara moril. Selebihnya untuk segala urusan materi dan teknis, tentu CEO beserta manajemen yang sangat menentukan.

Sementara saat Kalteng Pos (Grup Kaltengpos.co) mencoba menghubungi kelompok suporter Kalteng Putra lainnya, yakni Kalteng Mania, melalui pesan WhatsApp Ketua Kalteng Mania, Edy Shabana memberitahukan bahwa mereka sedang melakukan rapat internal di Gedung KNPI Kota Palangka Raya. Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum mendapatkan informasi tentang langkah upaya yang akan dilakukan oleh Kalteng Mania itu.

Sementara dari pantauan Kalteng Pos hingga kemarin, Sabtu (12/10) skuad tim asuhan pelatih kepala Wesley Gomes de Oliveira belum terlihat aktivitas berlatih di stadion. Kendati demikian, beberapa pemain ada yang tetap menjaga kebugaran dengan melakukan latihan ringan di lingkungan hotel.

Ada pula pemain yang tengah bersantai jalan-jalan mencari kebutuhan pribadi di pasar. Takuya Matsunaga misalnya. Pemain asal Jepang tersebut terlihat di toko sport kawasan pasar besar Palangka Raya untuk mencari celana pendek Reebok.(nue/hen)

You Might Also Like