Warga dan aparat saat berada di lokasi ditemukannya Teno (58), Jumat (11/10). (HMS UNTUK KALTENG POS)


TAMIANG LAYANG-Nahas menimpa Teno, warga Bentot, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Bartim. Kakek berusia 58 tahun tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi mulut mengeluarkan busa, Jumat (11/10).

Korban ditemukan tergeletak di tanah samping pondok kebun karet, RT 02, miliknya oleh kerabatnya Deker (45) yang melintas sekitar pukul 09.30 WIB.  Kapolres Bartim AKBP Zulham Effendy melalui Kapolsek Patangkep Tutui Ipda Ather Diorama menerangkan, jika korban ditemukan kerabat atau tetangga kemudian menyampaikan kepada istri via handphone.

Deker yang bermaksud ke kebun mendapati korban sudah tergeletak di tanah tanpa mengenakan baju dan hanya memakai celana panjang serta kaos kaki. "Keterangan dokter dari visum luar tidak ada tanda kekerasan dan korban memang menderita penyakit jantung," sebut kapolsek diwawancarai Kalteng Pos, kemarin.

Berdasarkan informasi istri, lanjutnya, malam harinya korban memang sempat mengeluh. Korban merasakan sakit dada dan disarankan meminum obat, namun dijawab telah habis. Kapolsek menyebutkan, jika pada olah TKP ditemukan muntahan dan sejumlah barang bukti di antaranya, sprayer, jerigen, obat hebrisida merek konup. Ember, sebotol air teh, serta sepasang sepatu dan parang.

Jika melihat benda-benda tersebut, terang Ather, polisi sempat curiga dan masih merasa janggal dengan tewasnya korban mendadak. Hal tersebut perlu dilakukan autopsi organ dalam, tetapi keluarga tidak memperkenankan dan menganggap korban meninggal wajar. "Kita menyarankan sesuai anjuran medis dilakukan autopsi untuk mengetahui jelas tetapi keluarga menolak dan keluarga menerima jika korban meninggal karena riwayat jantung," tukasnya. (log/ami)

You Might Also Like