Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, penusuk Menko Polhukam Wiranto saat diamankan aparat kepolisian usai menjalani aksinya. (Istimewa)


Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, penusuk Menko Polhukam Wiranto, dua kali gagal membina rumah tangga. Bahkan, terakhir, dia ditinggal kabur istrinya. Akibatnya, dia sempat stres hidup bersama kedua anaknya.

Hal itu dikatakan Rizaldi, kepala lingkungan di Jalan Alfaka VI, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, kemarin (11/10). Menurut dia, pernikahan pertama Alam –sapaan Syahrial Alamsyah– berakhir dengan perceraian karena tidak dikaruniai anak. Lantas, Alam yang juga sering disapa Fal menikah lagi dengan Afrina. Dari pernikahan kedua, dia dikaruniai dua anak perempuan.

Namun, rumah tangganya tidak bertahan lama. Istrinya memilih kabur dari rumah dan merantau ke Batam. ”Saya dengar pisah kedua kalinya karena si Alam tidak ada kerja menetap. Dari situlah si Alam mulai stres,” tutur Rizaldi kepada Sumut Pos.

Gara-gara Alam menikam Wiranto, Rizaldi harus melayani sejumlah pertanyaan polisi, mulai tingkat polsek, polres, polda, hingga Mabes Polri. Termasuk juga dari aparat kodim, lurah, camat, petugas Balai Kota Medan, hingga pegawai kantor gubernur Sumut. Awalnya, Rizaldi tidak yakin bahwa penusuk Wiranto adalah Alam, warganya.

Dia baru yakin setelah mengecek data berdasar KTP elektronik milik Alam. Dalam data di KTP itu, tertera nama Syahrial Alamsyah SH. Untuk data tempat dan tanggal lahir, tertulis Medan, 24 Agustus 1968. Di KTP, tertulis alamat Alfaka VI No 105 Lingkungan V. Status perkawinannya cerai hidup. ”Tapi, sebelum tahun 2017, Syahrial Alamsyah sudah pindah karena rumahnya terkena proyek tol. Kedua anaknya ikut dibawa ke Jawa,” terang dia.

Rizaldi menyebutkan, Alam yang merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) sempat menjadi anggota tim advokasi buruh. Pihak USU membenarkan bahwa Syahrial Alamsyah alias Abu Rara pernah berkuliah di USU. Hal itu diungkapkan Kepala Humas USU Elvi Sumanti saat dimintai konfirmasi oleh Sumut Pos kemarin siang. ”Ya, dia stambuk 1987 dan tamat tahun 1994,” terang Elvi.

Elvi membenarkan bahwa Alam alumnus Fakultas Hukum USU. Hal itu diketahui setelah pihaknya mengecek data akademik mahasiswa USU secara manual. Sebab, Abu Rara sudah lama tamat kuliah. ”Segala apa yang dilakukannya di luar tidak ada kaitannya dengan USU. Lagian dia sudah lama tamat,” ungkap Elvi (jpg)

 

You Might Also Like