Lorenzo Pellegrini


FORO ITALICO- Italia masih sempurna dengan 18 poin dari enam pertandingan. Italia unggul enam poin atas Finlandia dan sembilan poin atas Armenia dengan empat laga tersisa. Kemenangan atas Yunani di kota Roma bisa meloloskan Azzurri ke EURO 2020 dengan tiga laga tersisa.

Ya, tim Italia akan menjamu Yunani di Stadio Olimpico, Roma, pada matchday 7 Kualifikasi EURO 2020 Grup J, Minggu (13/10) 01:45 WIB. Kedua klub ini memiliki reputasi permainan yang baik pada pertandingan yang telah mereka lakukan bersama. Namun, pada pertandingan kali ini mereka harus tetap berhati-hati antara tim satu dengan tim lainnya. Hal ini dikarenakan, jika mereka lengah maka akan menghasilkan kekalahan. Kedua klub ini juga harus memperhatikan susunan dan strategi permainan nantinya.

Dua negara yang pernah merasakan menjadi juara Piala Eropa Italy dan Yunani mempunyai nasib berbeda. Italy yang berada di atas angin hanya membutuhkan 2 kemenangan laga untuk memastikan lolos.

Sedangkan Yunani harus bisa menang di sisa laga kualifikasi dan masih bergantung pada hasil negara lainnya. Laga Italy versus Yunani kali ini akan sangat menentukan bagi keduanya dalam meraih poin penuh. Bagi Yunani laga di Stadio Olimpico ini ibarat hidup mati bagi tim nya.

Menurut Mancini laga tersebut bisa mempercepat lolosnya Italia ke putaran final. Saat babak kualifikasi belum berakhir, Gli Azzurri sudah merebut satu tiket untuk berlaga di EURO 2020 bila mengalahkan Yunani. 

Mancini berharap suporter membanjiri Olimpico. Mantan pelatih Inter Milan ini tak melupakan bagaimana tifosi memenuhi stadion saat Italia berlaga di Piala Dunia 1990. 

Saat itu, Italia menjadi salah satu unggulan karena bertindak sebagai tuan rumah. Mancini yang masih berusia muda menjadi salah satu tulang punggung Italia yang ditangani Azeglio Vicini. 

Sayangnya, Italia hanya mampu bertahan sampai semifinal setelah disingkirkan Argentina lewat adu penalti. Di perebutan tempat ketiga, Italia akhirnya mengalahkan Inggris 2-1. 

"Laga berikutnya bisa menjadi salah satu penentu lolos dari babak kualifikasi. Kami berharap Stadion Olimpico dipenuhi suporter. Ini seperti di Piala Dunia 1990 Italia. Saat itu, saya masih muda," ujar Mancini yang saat itu berusia 25 dan bermain di klub Sampdoria.(net/hen)

You Might Also Like