Koran Kalteng Pos dinobatkan sebagai media cetak terbaik versi MMC Kalteng. Penghargaan itu diterima oleh perwakilan Kalteng Pos yang juga GM Kalteng TV Albert Muhajir Sholeh (kiri) pada acara di Kafe Kopi Jos, Kamis malam (10/10). (AJI KALTENG POS)


Perkembangan digitalisasi bukan menjadi musuh bagi media cetak. Justru menjadi tantangan agar media cetak tetap eksis dan berjaya. Media cetak dituntut terus maju, memberikan informasi akurat dan kredibel, serta meningkatkan minat baca masyarakat.

ANISA B WAHDAH, Palangka Raya

TERKADANG menjadi kekhawatiran media cetak seiring berkembangnya digitalisasi di era modern ini. Banyak yang berpandangan bahwa media cetak akan tergerus seiring perkembangan dunia. Ternyata pandangan itu tidak sepenuhnya berlaku. Justru berkembangnya elektronik ini menjadikan kemudahan media cetak untuk terus maju dan berkembang.

Seperti pemikiran Pemimpin Redaksi (Pemred) Koran Sindo dan Sindonews.com Djaka Susila, yang diundang menjadi narasumber dalam acara talks show HUT ke-2 MMC Kalteng, di Kafe Kopi Jos, Kamis malam (10/10).

Kekhawatiran media cetak akan terganti oleh media elektronik, juga menghantui Koran Sindo beberapa tahun lalu. Ternyata tidak. Kemajuan elektronik ini ternyata membantu media cetak untuk terus berkembang dan maju. Menuntut media cetak agar tampil beda dan lebih kreatif. Betul?

Seandainya media cetak tetap berjaya tanpa munculnya media elektronik, maka media cetak tidak akan mengalami perkembangan. Begitu-begitu saja. Sebab, dunia media cetak memang berbeda dengan media elektonik. Tidak bisa dikatakan koran tidak akan laku dengan hadirnya media elektronik.

Media cetak dan media elektronik memiliki roh yang berbeda. Media elektronik memiliki roh dengan memberikan informasi yang bersifat new atau baru. Sementara, media cetak harus jeli dan mengambil kesempatan atau celah untuk mengembangkan isu dari suatu peristiwa yang sudah disantap oleh media elektonik.

Tentu dengan pemikiran demikian, secara tidak langsung menuntut media cetak untuk lebih kreatif dan inovatif. Tip dan cara itu menjadi pekerjaan rumah bagi media masing-masing.

“Setiap hari saya itu memikirkan, apa headline berita untuk terbit besok? Karena saya yakin berita-berita yang terjadi hari ini (new, red) sudah menjadi santapan media elektronik,” kata Djaka Susila saat memberikan pencerahan dan wawasan kepada beberapa media lokal di Kalteng yang diundang dalam acara tersebut.

Berat tetapi bermanfaat. Mungkin itu tiga kata yang cocok disematkan kepada para jurnalis media cetak. Agar tidak ingin tergeser oleh media elektronik dan para jurnalis media elektronik, maka wartawan media cetak dituntut lebih kreatif dan inovatif.

“Wartawan adalah manusia intelektual. Dituntut memahami berbagai macam ilmu. Selain itu, dia (wartawan) juga harus kreatif dan inovatif, mengembangkan isu berita lebih dari sekadar berita yang terbit di media elektronik,” kata pria yang pernah menjadi wartawan Jawa Pos ini.

Untuk itu, Djaka melanjutkan, apabila media cetak menerapkan hal tersebut, maka tidak ada cerita bahwa wajah media cetak akan tertutup oleh hadirnya media elektronik. Hal tersebut mendapat respons luar biasa dari para peserta talks show, khususnya perwakilan media cetak. Pesan itu sederhana, tapi kaya makna. Kira-kira begitulah sebutannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng Herson B Aden mengapresiasi narasumber dan peserta yang hadir dalam talk show itu. Herson berharap bahwa ilmu yang dibagikan secara cuma-cuma oleh Pemred Koran Sindo ini dapat diserap oleh para jurnalis, termasuk kru MMC Kalteng.

Herson menyebutkan, MMC Kalteng juga sebuah bentuk revolusi informasi dan komunikasi pemerintahan, yang sebelumnya terkesan kaku dan formal menjadi lebih mudah dinikmati oleh masyarakat luas. Pihaknya berupaya menyajikan tampilan atau kemasan yang lebih menarik.

“Selama ini stigma masyarakat bahwa berita-berita yang disajikan oleh pemerintah terlihat kaku atau monoton. Namun, dengan hadirnya MMC Kalteng ini, kami menyajikan informasi pemerintahan yang lebih diminati oleh masyarakat,” katanya saat memberikan sambutan dalam HUT ke-2 MMC Kalteng.

Cara yang dilakukan adalah membangun channel bersama akun-akun media sosial, komunitas, serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk bersama media cetak dan elektronik.

Dalam rangka perayaan HUT ke-2 MMC Kalteng kali ini, pihaknya juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para jurnalis, fotografer, dan media terbaik yang berada di Kalteng ini. Penghargaan media cetak terbaik diberikan kepada Kalteng Pos. Penghargaan ini diperoleh dari polling follower MMC Kalteng, dan tentunya para pembaca setia koran Kalteng Pos.

Pemred Kalteng Pos Husrin A Latif pun mengapresiasi sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Diskominfosantik Kalteng yang telah menyelenggarakan kegiatan dan memberikan penghargaan tersebut. Terlebih ucapan terima kasih kepada para pembaca setia Kalteng Pos, kepada mereka yang telah memiliki Kalteng Pos sebagai media cetak terbaik. “Terima kasih pembaca yang telah memiliki Kalteng Pos sebagai media cetak terbaik. Penghargaan ini akan menjadi pelecut bagi kami untuk tetap mempertahankan eksistensi kami sebagai media cetak terbaik di Kalteng ini,” pungkasnya. (*/ce/ala)

Loading...

You Might Also Like