Andi Setiawan saat menjalani sidang putusan di PN Nanga Bulik, Rabu (9/10). (CHOIRUL FUADI/KALTENG POS)


NANGA BULIK -  Kasus sabu sopir cadangan bus Yessoe, Andi Setiawan yang membawa sabu dalam kantong celananya yang mulai diadili di Pengadilan Negeri Nanga Bulik sejak kamis (29/8) lalu, memasuki babak akhir. Pada Rabu (9/10), Andi Setiawan divonis 2 tahun penjara dikurangi masa tahanan oleh majelis hakim.

Terdakwa Andi Setiawan terbukti secara sah dan menyakinkan serta mengakui menggunakan sabu. Sebagai sopir, hakim menilai terdakwa membahayakan penumpang dengan mengonsumsi narkoba.

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa pidana kurungan 2 tahun penjara dikurangi masa tahanan," kata ketua majelis hakim Tommy Manik saat membaca putusan di PN Nanga Bulik, Rabu (9/10).

Putusan hakim ini lebih rendah ketimbang tuntutan Jaksa Penuntut Umum yakni 3 tahun penjara. Tuntutan itu dibacakan JPU saat sidang di PN Nanga Bulik, Rabu (18/9).

"Meminta kepada majelis hakim menjatuhi hukuman kepada terdakwa Andi Setiawan dengan pidana kurungan 3 tahun penjara," kata Jaksa Penuntut Umum Syahanara Yusti Ramadona, saat sidang dengan agenda tuntutan saat itu.

Kepada Kalteng Pos, jaksa yang akrab disapa Nara menjelaskan, terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan menggunakan narkotika jenis sabu yang dibuktikan dengan hasil positif pada urin terdakwa. Terdakwa juga membawa sabu 0,05 gram dalam saku celana bagian depan.

"Terdakwa mendapatkan barang haram tersebut di Pontianak, Kalbar. Terdakwa juga sempat menggunakan sabu tersebut di Pontianak sebelum berangkat menuju ke Sampit," tegasnya.

Diceritakannya, setelah kecelakaan bus Yessoe pada 1 Juli lalu, kedua sopir bus itu hampir diamuk massa. Sehingga keduanya diamankan oleh aparat. Saat akan diobati di poliklinik Polres Lamandau, aparat curiga mereka menggunakan narkoba. Sehingga polisi berinisiatif melakukan tes urine kepada keduanya.  Hasilnya, sopir cadangan positif narkotika.

"Ketika digeledah badan, ditemukan satu paket kecil sabu di kantong celana bagian depan sebelah kanan. Karena sudah tertangkap basah, sopir tersebut tidak bisa mengelak dan langsung  mengakui," ungkapnya.

Bus Yessoe dengan nomor polisi KH 7121 GI dari Pontianak menuju Sampit itu mengalami kecelakaan Senin (1/7) di Desa Penopa, Jalan Trans Kalimantan Km 37. Akibat kecelakaan tersebut, 3 penumpang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. (cho/ens/ctk/nto)

You Might Also Like