SAMBUTAN: Wakil bupati Batara Sugianto Panala Putra membuka kegiatan sosialiasi Program Keluarga Harapan di aula BappedaLitbang Muara Teweh, Kamis (10/10). DADANG/KALTENG POS


MUARA TEWEH-Wakil bupati Barito Utara (Batara) Sugianto Panala Putra membuka kegiatan sosialiasi Program Keluarga Harapan (PKH), di aula BappedaLitbang Muara Teweh, Kamis (10/10). Wabup Sugianto menyambut baik kegiatan sosialisasi PKH ini. 


Menurutnya, PKH membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat aktif dalam kerja sosial. Program keluarga harapan efektif memerangi kemiskinan karena memiliki indeks bantuan dan jangkauan yang luas. “Semoga dengan adanya PKH ini, angka kemiskinan di Kabupaten Barito Utara dapat menurun,” terangnya dalam kegiatan yang dihadiri Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalteng diwakili oleh Koordinator Wilayah Kalteng PKH, Hakim A Idup, Plt Kepala Dinas Sosial PMD Everiady Noor, Camat se-Batara.


Wabup Sugianto Panala meminta agar kegiatan seperti ini bisa dihadiri oleh Camat yang di desanya akan menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).  Apalagi ini merupakan program pusat yang sangat penting bagi masyarakat


“Saya harapkan kepada Camat agar bisa hadir di kegiatan yang seperti ini. Karena Camat ujung tombak di masing-masing kecamatan dan mengetahui secara langsung keadaan warganya,” terang Wabup Sugianto Panala Putra.


Pertemuan ini juga, sebagai sarana untuk pengentasan kemiskinan di Kabupaten Batara yang dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi. Baik secara vertikal maupun secara horizontal.


“Saya berharap program keluarga harapan ini dapat memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin pada aspek pendapatan dan konsumsi kebutuhan dasar,” tukasnya.


Kabid Penanggulangan Fakir Miskin, Penanggulangan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial PMD Khairunisa mengatakan, tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk menyebarluaskan informasi mengenai program keluarga harapan, yang merupakan salah satu program andalan pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan.


“Kegiatan sosialisasi ini diikuti sebanyak 50 orang berasal dari Dinas, instansi terkait, perangkat kecamatan, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan, koordinator PKH Kabupaten, pendaping sosial kecamatan, unsur fasilitas pendidikan, unsur fasilitas kesehatan dan lembaga penyalur (BANK),” kata dia. (dad/uni)


Loading...

You Might Also Like