ILUSTRASI/NET


PALANGKA RAYA- Saat ini begitu marak tawaran pinjaman uang melalui SMS ke pengguna telepon seluler, yang mana sudah dirasakan cukup meresahkan dan menganggu masyakarat. Kerap kali menawarkan pinjaman uang melalui koperasi dengan proses mudah, hingga tawaran mendapat hadiah dengan nilai besar, namun dengan syarat harus memberikan NIK dan nomor KTP masyarakat.

Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Ted Apry Mahendra mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap aksi modus penipuan yang semakin hari semakin beragam. Dengan terus berkembangnya dunia digital dan teknologi, tingkat kemampuan para pelaku aksi kejahatan juga terus berkembang.

“Sebagai calon debitur maka kejelian, kemauan melakukan verifikasi lembaga perbankan atau penyedia layanan keuangan online tetap harus di kedepankan,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini bertujuan agar tak ada korban penipuan di kemudian hari. Serta yang  terpenting adalah jangan pernah memberikan data atau identitas pribadi kepada orang tak dikenal karena akan mudah dimanfaatkan untuk hal-hal negative.

“Masyarakat harus berfikir dua kali sebelum mempercayai segala informasi yang diberikan melalui jaringan internet, terutama yang berkaitan dengan modus penipuan online dan SMS spam,” terang Ted.(ari)

You Might Also Like