Sejumlah narasumber yang hadir pada Talk Show Kalteng Pos Group membahas Program Jaminan Semesta.


PALANGKARAYA - RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya menginisiasi program jaminan semesta dan kelengkapan administrasi kependudukan bagi masyarakat tidak mampu yang menjalani perawatan di rumah sakit. Program ini bertujuan untuk mempermudah akses pelayanan bagi masyarakat  miskin dalam memperoleh jaminan sosial berbasis keluarga.

Selama ini banyak pasien miskin yang dirujuk tanpa memiliki jaminan kesehatan dari pemerintah. Mereka tidak bisa mendaftar sebagai peserta jaminan kesehatan karena data kependudukan tidak lengkap, diantaranya tidak punya nomor identitas kependudukan (NIK).

"Tak bisa dibiarkan. Harus ada  solusinya terhadap masalah masyarakat miskin yang terkendala mendapatkan jaminan kesehatan, karena administrasi kependudukan," ujar Direktur RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, dr Yayu Indriaty  dalam Talk Show Kalteng Pos Group, di Kalteng Pos, Kamis (9/10).

Yayu mengungkapkan selama Januari - Agustus 2019 ada 722 pasien dan keluarga miskin yang menggunakan jaminan kelas 3 gratis dari program pemerintah provinsi. Sebagian tidak tercover jaminan kesehatan, karena tidak lengkap data kependudukan ini.

Padahal, dana Dinas Kesehatan Kalteng alokasi dana untuk program Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi masyarakat miskin ini cukup besar. Iin Febriana  pelaksana Seksi Jaminan Kesehatan, Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Kalteng, mengungkapkan setiap tahun pemerintah mengalokasi dana untuk PBI.

“Tahun 2019, alokasinya sekitar Rp 25 miliar. Dengan dana sebesar ini bisa mencover 90.255 orang miskin untuk PBI. Namun sampai sekarang baru terdaftar 71.372 orang. Masih ada sisa untuk menanggung iuran 18.883 orang,” ujarnya saat menjadi narasumber Talk Show Kalteng Pos Group.

Syarat masyarakat miskin untuk bisa menjadi mendapatkan PBI ini, NIK yang sudah online, kemudian Kartu Keluarga dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Bagi masyarakat miskin yang tak memiliki persyaratan itu, tak bisa didaftarkan.

“Paling banyak masalahnya adalah NIK yang tidak online. Ada juga masyarakat yang belum tahu. Kemudian ada yang masyarakat miskin ikut BPJS mandiri, kemudian menunggak,” terang Iin.

Selain Pemerintah Provinsi Kalteng, pemerintah kabupaten dan kota juga mengalokasi dana untuk PBI bagi masyarakat miskin untuk menjadi peserta BPJS sehingga mendapatkan layanan kesehatan. Anggreni N Heci Kepala Seksi Jaminan Keluarga Dinas Sosial Kota Palangka Raya, menyebut tahun ini Pemko mengalokasi untuk 40,000 orang.

“Sampai saat ini baru tercover 36.367 orang. Masih ada kuota untuk 3.633 orang. Jika ada warga tidak mampu datang ke kami dengan persyaratan terpenuhi, akan kami proses,” ujar Anggreni.

Jadi, pangkal masalah ini berawal dari pendataan kependudukan yang belum selesai seratus persen. Data Badan Pusat Statistik tahun 2018,  ada 51.865 jiwa penduduk Kalteng yang belum memiliki NIK. Mereka ini tidak dapat dijamin dalam Program Bantuan Sosial Terpadu Berbasis Keluarga.

Harapannya melalui Program Jaminan Semesta yang diinisasi RSDS ini, bisa membantu pasien yang miskin yang tak memiliki jaminan kesehatan. Setelah diverifikasi, RSDS akan membantu pengurusan administrasi kependudukan untuk bisa menjadi peserta jaminan kesehatan.

“Sekretariat bersama sudah ada. Tinggal membentuk Forum Bersama. SK Gubernur sudah terbit,” ujar Yayu. Di dalamnya nanti ada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan.

“Jadi,  masyarakat yang tak mampu silakan datang untuk berobat. Kami akan tetap melayani. Kami prioritaskan penanganan kegawatdaruratan, baru setelah itu kita bicara data admin kependudukan,” ujarnya.

Sementara itu Kabid Pengendalian Informasi Kependudukan Disdukapil Kalteng Ambar Ratmoko menyampaikan melalui kerjasama ini, pihaknya siap memberikan akses data. Kemudian terkait data kependudukan pihaknya juga menerbitkan surat keterangan.

Sedangkan Kabid Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Disdukcapil Kota Lukman Hakim menyampaikan, pihaknya siap mendukung program ini. Pihaknya siap melakukan jemput bola untuk perekaman data. (sma/nto)

You Might Also Like