ILUSTRASI BPJS Kesehatan (IDHAM AMA/FAJAR/Jawa Pos Group)


Iklan layanan masyarakat yang diunggah BPJS Kesehatan terkait orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dipersoalkan. Sebab, konten iklan dikaitkan dengan film Joker.


Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris pun mendapat somasi dari berbagai organisasi yang peduli dengan ODGJ.


Organisasi tersebut, antara lain, Sehat Jiwa Indonesia (Sejiwa), Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS), Bipolar Care Indonesia (BCI), Indonesian Human Rights Committee for Social Justice, dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Ada pula perorangan, yakni Usman Hamid dari Amnesty International Indonesia, dan Dian Septiani (humas Cahaya Jiwa).


”Kami bertujuan agar BPJS Kesehatan dalam membuat imbauan iklan layanan kesehatan tidak memuat konten yang menggiring stigma terhadap ODGJ,” tutur Anastacia, salah seorang founder Sejiwa.


Iklan yang dipersoalkan tersebut berbunyi: JKN-KIS menanggung perawatan penyakit orang dengan gangguan jiwa agar tidak tercipta Joker-Joker lainnya. Iklan disertai gambar berlatar belakang wajah tokoh fiksi Joker.


Menurut Anastacia, konten iklan tersebut memuat gambar Joker yang notabene adalah ODGJ yang bertindak kriminal. Dia khawatir, jika hal itu dibiarkan, masyarakat menganggap ODGJ adalah kriminal.


”Padahal, banyak kriminal yang tidak ODGJ,” imbuhnya.


Saat ini BPJS Kesehatan telah menarik unggahan iklan tersebut di akun media sosialnya. Namun, Anastacia menegaskan, pihaknya tidak mencabut somasi. Yang mereka inginkan BPJS Kesehatan meminta maaf dan mengklarifikasi kepada publik melalui media massa.


Dalam surat somasi itu, BPJS Kesehatan diharuskan meminta maaf dan memberikan klarifikasi di lima media cetak, TV, dan online. ”Kami menyambut baik iktikad BPJS untuk bertemu dengan kami,” katanya. Rencananya, pertemuan dijadwalkan besok (11/10).


Anastacia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mendiagnosis diri mengalami gangguan jiwa. Setelah munculnya film Joker, ada fenomena masyarakat merasa mengalami masalah kejiwaan.


Sementara itu, Sekretaris Utama BPJS Kesehatan Kisworowati menyatakan bahwa pihaknya belum menerima surat somasi secara resmi. Surat yang diterima baru sebatas yang beredar melalui aplikasi pesan WhatsApp. ”Semua pihak yang peduli dengan BPJS Kesehatan pasti kami akan jalin komunikasi,” katanya.


Terkait foto Joker dalam iklan layanan masyarakat tersebut, Kisworowati menjelaskan, tujuan sebenarnya adalah menginformasikan bahwa lembaganya peduli dengan penyakit gangguan jiwa. ”JKN menanggung biaya pelayanan kesehatannya (penyakit gangguan jiwa, Red). Jadi, tidak ada sama sekali maksud-maksud lain.”(jpg)


 


Loading...

You Might Also Like