PENGABDIAN : Dosen Farmasi Rabiatul Adawiyah SFarm MSi Apt, Dra Hj Agustinawati Umaternate MSi Apt dan Risqika Yuliatantri Paramawidhita MFarm foto bersama usai pelaksanaan pengabdian masyarakat, belum lama ini


PALANGKA RAYA -  Sebagai dosen diwajibkan melakukan  pengabdian masyarakat (pengmas), di samping pengajaran dan penelitian. Seperti yang dilakukan dosen Program Studi Farmasi Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah (UM) Palangkaraya ini.

Tim Pengmas ini diketuai Rabiatul Adawiyah SFarm MSi Apt dan dua anggota lainnya Dra Hj Agustinawati Umaternate MSi Apt dan Risqika Yuliatantri Paramawidhita MFarm, dengan mengambil judul Edukasi Penggunaan Obat saat Bulan Ramadan Ditinjau dari Kesehatan dan Kaidah Islam.

Kegiatan yang dihadiri ibu-ibu Aisyiyah ini dilaksanakan di Jalan Pangeran Samudera IV No 10 Palangka Raya dan Masjid Darul Arqom Komplek Universitas Muhammadiyah PalangkaRaya pada Mei–Juni 2019 lalu.

Dengan menampilkan nara sumber antara lain Dr Asep Solihin dengan tema tentang cara penggunaan obat di bulan Ramadan dari segi kaidah Islam. Nara sumber lainnya yaitu Rabiatul Adawiyah SFarm MSi Apt, Dra Hj Agustinawati Umaternate MSi Apt dan Risqika Yuliatantri Paramawidhita MFarm. Mereka memaparkan materi tentang cara penggunaan obat di bulan Ramadan dari segi ilmu kesehatan.

Menurut Ketua Tim Pengmas Rabiatul Adawiyah SFarm MSi Apt, ibu-ibu peserta materi pengmas ini sangat penting. Karena pendidikan dan pengetahuan ibu-ibu yang tergabung dalam kegiatan tersebut beragam.

“Sehingga informasi penggunaan obat selama bulan Ramadan tidak semua memahami secara baik dan benar dari segi kesehatan dan kaidah Islam. Dengan terlaksananya kegiatan ini, Alhamdulillah warga Aisyiyah Kota Palangka Raya yang ikut kegiatan ini menerima dengan antusias sekali,” kata Rabiatul.

Menurut dia,  umat Islam yang menjalani puasa dapat memiliki latar belakang kondisi medis yang berbeda-beda. Misalnya pasien dengan hipertensi, diabetes melitus, ulkus peptikum, gastro esophageal refl ux disease, infl ammatory bowel disease, penyakit paru, penyakit jantung, penyakit ginjal, dan kehamilan. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai puasa dan dampaknya terhadap berbagai kondisi medis sangat penting.

“Penyakit memang tidak memandang waktu datangnya. Termasuk saat berpuasa. Tidak banyak orang yang mengerti betul tentang aturan pakai obat saat berpuasa, sehingga terapi tidak berjalan dengan baik. Padahal penyakit yang tidak terobati dengan benar akan mengacaukan puasa kita,” ungkapnya.

Solusi yang ditawarkan yaitu dengan adanya pengabdian ini dapat memberikan pemahaman kepada warga Aisyiyah Kota Palangka Raya  tentang cara penggunaan obat di bulan Ramadan dari segi ilmu kesehatan dan dari segi kaidah Islam.

Target luaran yang dicapai dari pengabdian ini yaitu terciptanya pemahaman warga Aisyiyah Palangka Raya tentang cara penggunaan obat di bulan Ramadan dengan baik dan benar dari segi ilmu kesehatan dan dari segi kaidah Islam.

Sedangkan target luaran wajib berupa laporan akhir kegiatan dan video kegiatan. Sedangkan target luaran tambahan dari kegiatan ini berupa jurnal pengabdian di Universitas Muhammadiyah Malang, publikasi di media massa dan laporan kegiatan grup kesehatan (Kemenkes). (jun/ens)

You Might Also Like