Ilustrasi. (foto: net)


LEMBAGA Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) memperkirakan fenomena bulan purnama Harvest Moon akan disaksikan oleh masyarakat Indonesia nanti malam, 14 September 2019.

Harvest Moon terbilang bulan purnama langka karena sangat jarang terjadi. Bulan purnama semacam ini terakhir kali muncul pada 13 Januari 2006. Harvest Moon diprediksi baru akan terjadi lagi pada tahun 2049 mendatang.

Di negara-negara dengan zona waktu Pasifik, Mountani dan Central, Harvest Moon sudah tampak penuh pada Jumat (13/9) malam. Namun untuk negara-negara dengan zona waktu timur seperti Indonesia, purnama harvest moon baru akan tampak pada Sabtu malam (14/9).

Fisiknya sama dengan Purnama, Harvest Moon nanti malam akan terjadi sepanjang malam, mulai dari waktu magrib sekitar pukul 18.00 WIB sampai menjelang terbit matahari.

Bulan Harvest Moon di ambil dari kata harvest (panen) di negara-negara yang memiliki empat musim. Saat fenomena ini terjadi, bulan mencapai puncak paling bersinarnya dan berada paling dekay dengan equinox (lamanya waktu siang dan malam sama) musim semi.

Harvest Moon mendapatkan namanya dari cahaya ekstra yang dipancarkannya untuk para petani di Belahan Bumi Utara ketika musim panen tiba.

Pada zaman dahulu, Bangsa Norse (orang Jerman Utara dari Abad Pertengahan Awal) mencatat bahwa Harvest Moon merupakan Bulan purnama pertama setelah musim salju pertama di musim dingin.

Mereka menganggap Harvest Moon sebagai Bulan paling kuat dalam setahun. Mitos Harvest Moon pun dikaitkan dengan Dewa Penipu dan Pengacau Loki. (one/pojoksatu/kpc)

Loading...

You Might Also Like