ILUSTRASI/NET


PALANGKA RAYA- Terhitung sejak Juli hingga September ini, di wilayah hukum Polres Palangka Raya telah terjadi 68 kasus karhutla. Dari puluhan kasus itu, baru enam kasus yang terungkap, dan menyeret enam orang tersangka.  Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar membeberkan, enam tersangka karhutla ini akan dijerat dengan Pasal 187 KUHP dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Dalam pengungkapan kasus, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa parang, celurit, macis, jeriken dan botol tempat mengisi bahan bakar (minyak),” ucap Kapolres AKBP Timbul RK Siregar di Mapolres Palangka Raya, kemarin.

Mengenai tempat kejadian perkara (TKP) karhutla, lanjut kapolres, di antaranya di Jalan Mahir Mahar, Rakumpit, dan Sebangau. Luas total enam lokasi yang terbakar diperkirakan sekitar lima hektare (ha).

Lebih lanjut dikatakan kaporles, motif pelaku beragam. Ada yang sengaja membakar karena ingin membersihkan lahan. Ada juga  yang bertindak sebagai pekerja upahan yang dibayar oleh pemilik lahan untuk sengaja membakar lahan.

“Pelaku dibayar satu sampai satu setengah juta per kapling. Mereka membakar karena lahan tersebut nantinya akan dibangun rumah atau perumahan,” terang kapolres.

Polisi pun sudah melakukan penyelidikan terhadap para pemilik lahan yang sengaja mengupah pelaku. Jika telah mengantongi cukup bukti untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan, polisi akan berkoordinasi dengan kejaksaan dan pengadilan untuk menetapkan pasal-pasal yang bisa digunakan untuk menjerat para pemilik lahan tersebut. 

Kapolres menambahkan, kasus yang menjerat tersangka berinisial HAR, yang diamankan polisi saat melakukan pembakaran lahan di Jalan G Obos ujung, Palangka Raya telah dihentikan penyidikannya. Keputusan ini diambil setelah polisi berkoordinasi dengan dokter Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei. Berdasarkan hasil pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka, diketahui bahwa tersangka HAR memiliki gangguan jiwa dan memiliki tingkat kecerdasan (IQ) yang rendah.

“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar tersangka bisa dirawat di Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei,” pungkasnya. (abw/ari/*sja/ce/ala)

You Might Also Like