Ketua Bapilu Golkar Kalteng Mukhtarudin (kiri) bersama Ketua DPD Golkar Kalteng H Ruslan.


PALANGKA RAYA - Partai Golkar mulai melakukan penjajakan dengan beberapa partai politik hadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalteng 2020. Itu dilakukan Golkar untuk membentuk koalisi yang solid  mengusung pasangan calon gubernur/wakil gubernur pada Pilgub 2020 mendatang.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar Kalteng Mukhtarudin mengatakan, Golkar saat ini terus mengikuti perkembangan politik yang terjadi di Kalteng. Untuk mengusung dan mendukung calon, Golkar masih menunggu perkembangan politik.

"Golkar menyikapi sangat hati-hati terkait situasi politik saat ini. Begitu juga dalam menentukan sikap dukungan calon kepala daerah, khususnya Pilgub 2020 mendatang," kata Mukhtarudin, Jumat (13/9).

Pilgub 2020 merupakan target utama Partai Golkar untuk dapat membangun Kalteng. Golkar optimis untuk menempatkan kader sebagai kepala daerah, karena saat ini Golkar telah menempatkan 7 kader sebagai bupati/wali kota.

"Menempatkan kader sebagai gubernur merupakan target Partai Golkar. Itu dapat dilakukan dengan mengusung calon yang  tepat dan dapat memenangkan Pilgub 2020," ucapnya.

Dalam waktu dekat, Golkar akan menggelar rapat internal baik tingkat DPD Kabupaten/Kota hingga DPD Golkar Kalteng. Itu untuk mendengarkan aspirasi kader dan pengurus terkait calon yang akan diusung.

"Kita secepatnya akan melakukan rapat di semua tingkatan, dalam rangka menyatukan suara dukungan kepada calon yang diusung nantinya. Sebab, Kami punya target untuk membesarkan partai di Kalteng, salah satunya dengan memenangkan Pilkada semua tingkatan," ujarnya.

Pada Pilgub 2020, Bapilu Partai Golkar Kalteng secara tegas ingin mengambil posisi tertinggi di Kalteng. "Kami ingin mengambil posisi sebagai gubernur selaku pimpinan tertinggi di Kalteng. Dan momentum yang tepat adalah saat ini, karena kami memiliki banyak kader yang siap dan 7 kepala daerah merupakan kader Golkar," tegasnya.

Dia mengaku, nama-nama yang muncul diinternal Golkar tidak menutup kemungkinan untuk didukung dan diusung Golkar. "Kami melihat aspirasi kader dan dukungan masyarakat. Kalau memang saya mendapat dukungan, maka saya siap untuk maju. Begitu juga nama lainnya seperti pak Abdul Razak dan nama lainnya," tukasnya.

Menyadari persyaratan mengusung pasangan calon tidak terpenuhi, Golkar juga telah melakukan penjajakan dengan parpol lain membentuk koalisi. "Saat ini kami juga telah melakukan penjajakan politik lintas partai untuk membentuk koalisi. Ini harus kami lakukan, karena Golkar belum bisa mengusung sendiri dengan 7 kursi yang dimiliki. Kami yakin koalisi nantinya solid mengusung pasangan calon untuk memenangkan Pilgub 2020," pungkasnya. (arj)

You Might Also Like