Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Miftahulhayat/Jawa Pos)


DPR telah menetapkan 5 pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid V. Irjen Pol Firli Bahuri dipilih sebagai Ketua KPK periode tersebut, telah melalui mekanisme musyawarah bersama ketua kelompok fraksi (Kapoksi).

Menanggapi itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo memberikan apresiasi atas kinerja DPR RI. Menurut dia, proses pemilihan pimpinan KPK kali ini sudah berlangsung secara demokratis, transparan, dan akuntabel.

“Harapan kita tentunya saat ini hubungan antara Polri dan KPK sudah sangat solid dalam hal penegakkan hukum terhadap pemberantasan korupsi,” ujar Dedi di Mabes Polri Jakarta Selatan, Jumat (13/9).

Dedi berharap dengan terpilihnya Firli, bisa mempererat sinergitas dalam hal proses penangkapan koruptor. Begitu pula untuk proses penyitaan serta penggeledahan, maupun kegiatan yang bersifat supervisi terhadap kasus-kasus korupsi yang ditangani polri dan KPK.

Sementara itu, terkait dengan kontroversi yang banyak diarahkan kepada Firli, Dedi mengatakan itu hanya sebatas dugaan semata. Dia menegaskan, pernah ditariknya Firli dari KPK bukan karena kinerjanya yang buruk, melainkan ada kebutuhan lain di internal polri.

“Itukan dugaan. Dugaan secara internal silahkan tapi yang bersangkutan (Firli) kan ditarik oleh Mabes Polri untuk dipromosikan jabatan sebagai Kapolda Sumatera Selatan,” ucap Dedi.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menerangkan, Firli merupakan putra daerah Sumatera Selatan. Dengan ditariknya dia dan didudukan sebagai Kapolda, karena secara sosiokultural memiliki kedekatan dengan masyarakat. Sehingga kepemimpinannya bisa berjalan maksimal. Oleh karena itu dipastikan tidak berkaitan dengan kinerjanya di KPK.

“Seluruh tahapan-tahapan itu (seleksi capim KPK) kan sudah sesuai mekanisme, sehingga akuntabel, dan masyarakat bisa mengakses scara luas mulai dari pansel,” pungkas Dedi.

Sebelumnya, Komisi III DPR telah memilih Irjen Pol Firli Bahuri sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023. Aziz Syamsuddin mengatakan, pemilihan Firli Bahuri sebagai Ketua KPK tersebut melalui mekanisme musyawarah antara ketua kelompok fraksi (Kapoksi) yang terdiri dari sepuluh orang.

“Jadi menjabat sebagai ketua KPK adalah saudara Firli Bahuri menjadi pimpinan,” ujar Aziz di Rapat Komisi III DPR, Jumat (13/9) dini hari.

Dengan demikian, untuk pimpinan KPK jilid lima ini, Firli menjadi ketua lembaga anti rasuah, sementara empat orang lainnya adalah anggota. Itu adalah, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar Nawawi Pomolango, dan Nurul Ghufron.(jpg)

 

You Might Also Like