Anggota DPRD Kalteng usai melakukan rapat pembahasan tata tertib DPRD di Gedung DPRD Kalteng, Kamis (12/9)


PALANGKA RAYA - Pembahasan tata tertib (tatib) DPRD Kalteng sudah mulai dilaksanakan yang diketua oleh Freddy Ering. Dengan penekanan dalam pembahasan tersebut hendaknya betul-betul dilakukan dengan maksimal.

“Jangan diremehkan tatib ini, dan mengacu pada pedoman penyusunan tatib sesuai dengan PP 12 tahun 2018. Kalau pembahasan anggaran, lebih dominan pada badan anggaran dan mereduksi atau mengurangi peranan komisi-komis,” ujarnya, Kamis (12/9/2019).

Politikus PDIP Kalteng ini target pembahasan tatib merupakan hal yang sangat vital, sehingga tidak bisa menyederhanakan atau mempersingkatkarena untuk lima tahun. Pembahasan tatib ini juga sebagai pembelajaran politik untuk anggota dewan terutama yang baru. Sebab soal disiplin anggota yang lalu-lalu dan kemampuan, juga tidak lepas dari kurang maksimalnya pemahaman tentang tatib.

“Ini ditekankan betul bahwa pembahasan tatib dilakukan secara penuh. Malah sebelum pembahasan tim, 3 atau 4 hari diberikan kesempatan kepada masing-masing kelompok karena belum ada fraksi, untuk mendalami dan merumuskan masalah tatib ini,” tegas Freddy.

Ditambah Freddy, dalam tatib juga perlukan adanya badan kehormatan. Memang belum sampai ke sana. Karena membuat kode etik alat kelengkapan adalan BK (Badan Kehormatan).

Disisi lain agar pembahasan tatib lebih maksimal harus ada kesepakatan dari anggota terkait boleh tidaknya merokok di dalam ruang rapat. Jika disepakati maka tidak ada masalah sehingga perlu ada penekanan tak perlu dilakukan di dalam ruangan rapat, karena banyak ruang terbuka yang bisa digunakan. (nue/ari/ctk/nto)

You Might Also Like