Wakil Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang menandatangani nota kesepahaman dengan salah satu perusahaan pabrik karet dalam rangka pengelolaan tata niaga karet di kabupaten Pulang Pisau


PULANG PISAU–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan salah satu perusahaan karet. Penandatanganan yang dilakukan Wakil Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang dan pihak perusahaan itu dalam rangka pengelolaan tata niaga karet di Kabupaten Pulang Pisau.

Taty mengungkapkan, salah satu potensi pada sektor pertanian sub sektor perkebunan adalah komoditi tanaman karet rakyat dengan luas sekira 41.422 hektare. “Karet juga merupakan salah satu sumber mata pencaharian pokok masyarakat Kabupaten Pulang Pisau,” kata Taty, Kamis (12/9).

Dia mengungkapkan, salah satu permasalahan yang dihadapi petani karet adalah harga karet yang anjlok di tingkat petani dalam beberapa tahun terakhir. Menurut dia, anjloknya harga karet di tingkat petani tidak hanya disebabkan oleh pengaruh pasar ekonomi global.

“Tetapi juga disebabkan oleh rendahnya kualitas atau mutu karet kita bila dibandingkan dengan Negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam dan Thailand. Selain itu, belum terlaksananya tata niaga karet yang memihak kepada para petani karet,” tegas dia.

Dia menambahkan, penandatanganan MoU itu juga untuk membantu memperkuat pengelolaan komoditas karet di Pulang Pisau. “Penandatangan MoU ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi para pihak dalam mendukung peningkatan ekonomi daerah, mendorong pengelolaan bahan olah karet bersih yang sesuai dengan standar karet Indonesia (SIR). (art/ila/ctk/nto)

You Might Also Like