Sekda Kabupaten Katingan Nikodemus


KASONGAN–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan kini sedang membutuhkan dana besar untuk melaksanakan pembangunan. Jika dilihat dari kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) baik di tingkat desa hingga kecamatan, memerlukan anggaran sekitar  3 sampai 4 triliun untuk mengakomodasi semua keinginan masyarakat. Sementara kemampuan keuangan daerah hanya sebesar Rp 1,3 triliun.

Untuk itulah, Pemkab Katingan saat ini diminta membuat terobosan dan inovasi agar intensifikasi pajak yang ada, dan menggali sumber -sumber pajak baru. Hal ini disampaikan Sekda Kabupaten Katingan Nikodemus ketika membuka acara sosialisasi intensifikasi pajak tahun 2019, di aula Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Katingan di Kasongan, Rabu (11/9).

Pemkab sekarang ini, ujar Nikodemus, tak melihat apakah sumber pajak itu besar atau kecil, yang penting mampu dikelola dan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebagai contoh pungutan retribusi sampah dengan hasil yang tak seberapa bahkan tak sampai Rp 100 Juta per tahun, tetapi tetap digali. Padahal ujarnya, dana digelontorkan guna pengelolaan sampah itu mencapai Rp 1 Miliar pertahun. 

“Jadi jangan heran Pemkab Katingan menggali sumber pajak yang ada dan mencari sumber -sumber baru pajak yang mampu dikelola," ujarnya.

Kemudian di sisi lain, kondisi ekonomi daerah saat ini masih tergantung dengan perekonomian nasional dan regional. Selama ini masih belum efisiennya pengelolaan sumber-sumber bahan baku yang didaerah saat ini.(eri/ila/ctk/nto)

You Might Also Like