Anggota TNI dan Polri melakukan pemadaman karhutla di wilayah Kumai baru-baru ini.


PANGKALAN BUN – Hingga kemarin, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kecamatan Kumai masih terus terjadi. Bahkan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) juga mulai terancam karena kebakaran mulai menjalar ke area tersebut. Helikopter waterbombing juga sudah melakukan upaya pemadaman. Hanya saja, karena lokasinya yang cukup sulit dijangkau, sehingga membutuhkan waktu dan kerja keras.

Menurut Kasi Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Kobar Fahrul Laji, pihaknya masih melakukan upaya agar kebakaran yang terjadi tidak menjalar ke TNTP. Tim bersama TNI dan Polri terus berupaya agar karhutla cepat padam. Hanya saja sampai kemarin, api terus menyala di Desa Cabang yang berdekatan dengan TNTP. Pihaknya kesulitan menuju lokasi, karena akses jalan yang sulit.

"Tim masih melakukan pengecekan di lokasi, tetapi sejauh ini masih belum diketahui kondisinya. Kami mendapat masalah karena sinyal di lokasi agak susah dan komunikasinya terbatas," katanya.

Sementara itu Danramil 1014-02 Kumai Kapten INF Achmad Zubaidi mengatakan tim sudah melakukan upaya pemadaman. Hanya saja kondisi masih belum diketahui karena beberapa tim masih menuju lokasi. “Diperkirakan karhutla yang terjadi di wilayah Kumai mencapai 800 hektare (Ha). Kami terus melakukan berbagai upaya pemadaman," ujarnya.

Ketika Kalteng Pos mencoba mengonfirmasikan dengan Kepala Balai TNTP Kobar Helmi melalui WhatsApp, tidak mendapatkan jawaban. Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons dan tanggapan.

Di sisi lain, Kepala BPBD Kobar Petrus Rinda mengatakan, untuk sementara hanya ada satu helikopter yang digunakan untuk memadamkan karhutla di kawasan wisata unggulan yang terkenal dengan orang utannya ini. "Itupun bukan stand by di situ, tetapi didatangkan dari Sampit," ujarnya, kemarin. Hari ini, kata dia, akan ada bertambah satu helikopter. (son/old/ami/ctk/nto)

You Might Also Like