Ketua panitia seminar nasional sekaligus rakernas ke-1 FIND, Dr Andrie Elia (empat dari kiri), bersama peserta dari seluruh Kalimantan, di Gedung Balai Komando, Cijantung, Jakarta, Jumat (23/8). (CHRISTIN LOMON UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA-Rencana pemindahan ibu kota negara tak hanya menjadi sorotan pemerintahan, melainkan juga seluruh lapisan elemen, termasuk organisasi masyarakat (ormas) Kalteng. Ormas Forum Intelektual Dayak Nasional (FIDN) menyelenggarakan seminar nasional dan rakernas ke-1 dengan tema Peran Intelektual Dayak Dalam Pembangunan Nasional. Kegiatan yang menghadirikan KH Ma’ruf Amin sebagai pembicara itu, digelar di Gedung Balai Komando, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (23/8).

Dr Andrie Elia selaku ketua panitia kegiatan mengatakan, tema tersebut diambil berdasarkan keprihatinan dan masukan-masukan tokoh masyarakat Dayak, tentang minimnya kiprah kader intelektual Dayak yang terlibat dalam posisi pengambil kebijakan tingkat nasional.

“Momentum pemindahan ibu kota ini sebagai harapan baru bagi kader-kader masyarakat Dayak untuk dapat berkiprah dalam kabinet kerja Jokowi melalui posisi-posisi yang dapat menjadikan masyarakat Dayak merasa menjadi bagian dari penyelenggaraan negara,” katanya kepada Kalteng Pos, Jumat (23/8).

Diungkapkannya, sejauh ini hampir tak ada kader dari masyarakat Dayak yang dilirik oleh penyelenggara negara, untuk berkiprah dan mengabdi bagi negara di tingkat pusat. Padahal, lanjutnya, banyak usulan dan masukan agar kader-kader intelektual Dayak yang tersebar di seluruh Indonesia bisa diakomodasi atau direkrut.

“Misalnya dalam penyusunan kabinet dan lain sebagainya, maka melalui momentum seminar nasional dan rakernas ini para intelektual Dayak dapat bertemu dan berdiskusi tentang bagaimana strategi agar kualitas SDM masyarakat Dayak dapat ditingkatkan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, SDM Dayak diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa, sehingga ketika diberikan amanah untuk mengabdi bagi negara, bisa melaksanakan tugas dengan  baik.

Sementara itu, Ketua Umum FIDN Yovinus berharap agar seminar dan rakernas ini dapat  menghasilkan pemikiran konstruktif dan bermanfaat bagi perkembangan masyarakat Dayak di segala bidang kehidupan. Apalagi, tambahnya, momentum pemindahan ibu kota ke Kalimantan adalah inisiatif yang baik dari pemerintah pusat.

“Pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan ini akan mengurangi ketimpangan pembangunan, sekaligus membuka kesempatan bagi seluruh komponen bangsa agar dapat berkontribusi untuk kemajuan NKRI, termasuk masyarakat Dayak,” bebernya.

Ditambahkannya, agenda pemindahan ibu kota ke Kalimantan ini seharusnya didukung penuh oleh masyarakat Dayak. Sebab, ketika ibu kota negara dipindahkan ke tanah Kalimantan, otomatis kualitas pembangunan di segala bidang ikut meningkat.

“Ini menjadi kesempatan bagi kader-kader masyarakat Dayak dapat berkiprah dan berkontribusi untuk NKRI,” pungkasnya. (abw/ce/ala) 

You Might Also Like