Yoyo Sugeng Triyogo


POLITIK terkadang sukar ditebak. Meski figur bakal calon bupati Kotim 2020 terus bermunculan, dinamika politik terus mencuat ke permukaan. Mulai dari jalur independen hingga politisi pindah parpol, merupakan hal wajar dalam peta politika.

Sejumlah nama besar muncul dalam bursa bakal calon yang maju jalur independen, di antaranya Yoyo Sugeng Triyogo. Ya. Putra daerah Kotim yang juga mantan anggota DPRD Kalteng itu, menambah deretan nama yang bakal maju perseorangan seperti John Krisli, Muhammad Arsyad, Taufik Mukri, hingga Fery Khaidir.

Salah satu nama yang sudah menjalin komunikasi dan diskusi kepada Bawaslu dan KPU Kotim, terkait syarat pencalonan dan aturan dalam pilkada yang dilaksanakan pada tahun depan, yaitu Yoyo.

Sehingga, nama Yoyo sempat menjadi perbincangan dari warung kopi hingga meja pejabat tinggi di Bumi Habaring Hurung.

“Insya Alla saya maju melalui jalur independen. Apalagi saya ini sudah pernah menjadi anggota DPRD Kalteng periode 2009-2014 melalui Partai Gerindra. Dengan bekal pengalaman 1 periode saya rasa sudah mengertilah masalah politik. Apalagi saya menjadi bagian pendiri partai Gerindra di Kalteng ini. Artinya, bukan masalah mendirikan partai, akan tetapi lebih kepada loyalitas dan perjuangan kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan,”jelasnya kepada Kalteng Pos di rumah kediamannya di Jalan Karet, Sampit, Minggu (18/8).

Niat pria ramah yang lahir dan menempuh pendidikan SD sampai SMA di Sampit, itu sudah bulat. Sebab, ia sudah mengantongi dukungan dari masyarakat, keluarga, kolega, dan juga mitranya agar maju sebagai bakal calon bupati Kotim.

Maju pada pilkada Kotim ini bukan tanpa sebab. Lebih kepada panggilan jiwa dan pengabdian.

“Jika saya diberikan kepercayaan dan ditakdirkan sebagai Bupati nantinya, Insya Allah cukup 1 periode saja. Kita ingin ke depan harus adanya regenerasi kepemimpinan. Saya maju sebagai bakal calon Bupati. Terkait wakilnya nanti masih digodok dan juga meminta saran dan masukan dari masyarakat Kotim,” imbuhnya.

Terkait pengalaman, ia merasa cukup untuk memimpin Kotim ke depannya. Selain disibukkan dengan kegiatan bidang properti dan Komisaris Utama Bank Syariah Kalteng, Yoyo juga menghimpun aspirasi dan dukungan terbesar dari masyarakat.

“Sejak kecil saya hidup di Sampit ini. Permasalahan di Kotim ini Insya Allah saya tahu. Oleh sebab itu, majunya saya ini pada pilkada nanti diharapkan memberikan warna pada kemajuan di Kotim yang kita cintai ini. Terlepas itu semua, tentu dukungan dari keluarga, sahabat dan masyarakat juga sudah mulai bermunculan,” tegasnya.

Meski begitu, ia menyadari maju independepn paling tidak ia harus memenuhi syarat dukungan pernyataan sekitar 22 ribu dari jumlah DPT Kotim saat ini.

“Insya Allah saat ini sudah di angka 15 persen. Bahkan dukungan dan juga antusias warga sudah mulai berdatangan. Saya rasa untuk mencapai 100 persen akan terwujud. Bahkan saya menargetkan di angka 30 ribu KTP dan surat pernyataan nantinya. Artinya, bahkan sekretariat kami sudah mulai dibuka. Apalagi sekitar 10 bulan pendaftaran. Insya Allah semuanya nanti sudah siap semuanya,” pungkasnya. (rif/abe/ctk/nto)

You Might Also Like