Ilustrasi


Partai Amanat Nasional (PAN) mengusulkan supaya pimpinan MPR ditambah menjadi sepuluh. Hal itu karena saat ini belum ada titik temu mengenai siapa saja yang menjadi pimpinan MPR.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera tidak sepakat mengenai penambahan kursi pimpinan MPR ini. Sebab hal ini terlalu gemuk membuat dan akhirnya berdampak kepada pengeluaran uang negara.

“Sembilan plus satu saya melihat bukan ide yang patut bagi publik, karena anggaran keuangan negaranya besar,” ujar Mardani kepada wartawan, Kamis (15/8).

Wakil Ketua Komisi II DPR ini mengatakan, apabila adanya penambahkan kursi MPR tersebut. Maka ini tidak memberikan contoh teladan bagi di masyarakat. Dia takut MPR dipersepsikan hanya bagi-bagi kursi jabatan.

“Ini juga tidak memberi contoh teladan, kita ini kan lembaga rujukan,” katanya.

Mardani berujar, PKS senang apabila bisa masuk menjadi pimpinan MPR. Namun bagi Mardani, komposisi sepuluh pimpinan MPR terlalu banyak, sehingga membebani anggaran keuangan negara.

“PKS sih seneng bisa masuk. Tapi saya enggak mikir. Malah mikir kasihan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Saleh Partaonan Daulay mengusulkan adanya penambahan kursi pimpinan MPR. Dia mengusulkan jumlah pimpinan ditambah menjadi sepuluh orang.

Menurut Saleh sepuluh pimpinan MPR ini diisi oleh sembilan dari fraksi yang ada di DPR. Sementara satu orang lainnya adalah perwakilan dari unsur DPD. Sementara yang menjadi Ketua MPR tinggal dimusyawarahkan saja. Tidak perlu adanya voting.(jpg)

You Might Also Like