Ilustrasi pesawat tanpa awak. (foto: net)


AMERIKA Serikat mengklaim, salah satu kapal perangnya telah menjatuhkan sebuah pesawat tanpa awak Iran di Selat Homuz. Kapal serbu amfibi AS mengambil tindakan defensif ketika pesawat tak berawak itu berada dalam jarak 1.000 yard dari kapal perang AS dan mengabaikan seruan untuk mundur.

Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa pesawat tak berawak itu mengancam keselamatan kapal Amerika USS Boxer dan awaknya. Trump juga meminta negara-negara lain untuk mengutuk Iran dan melindungi kapal mereka sendiri. “Drone itu segera dihancurkan,” kata Trump.

Trump mengaku, ini adalah yang terbaru dari banyak tindakan provokatif dan bermusuhan oleh Iran terhadap kapal yang beroperasi di perairan internasional. Sehingga, Amerika Serikat berhak untuk membela personel, fasilitas, dan kepentingannya.

“Kami juga menyerukan kepada semua negara untuk mengutuk upaya Iran yang mengganggu kebebasan navigasi dan perdagangan global,” ujar Trump.

Namun, Iran membantah klaim Trump pada Jum’at (19/7). Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi mengatakan, bahwa Iran belum kehilangan drone di Selat Homuz atau di tempat lain.

“Saya khawatir bahwa USS Boxer telah menjatuhkan UAS (sistem udara tak berawak) mereka sendiri secara tidak sengaja,” tulis Araqchi di Twitter.

Pentagon mengakui bahwa USS Boxer telah mengambil tindakan defensif terhadap sebuah drone, tetapi tidak menyebutkan bahwa pesawat itu adalah milik Iran. Kepala juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman menyatakan, dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa sebuah sistem udara sayap tetap tak berawak mendekati Boxer dalam jarak yang mengancam.

“Kapal mengambil tindakan defensif terhadap UAS untuk memastikan keamanan kapal dan awaknya,” tulis Hoffman.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, juga membantah telah kehilangan pesawat tanpa awak. Dalam sebuah kunjungan PBB di New York, Zarif menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki informasi tentang kehilangan pesawat tak berawak. Ketegangan di wilayah Teluk meningkat setelah Trump memutuskan untuk menarik diri dari perjanjian nuklir multilateral 2015 dengan Iran dan memberlakukan embargo minyak dan perbankan terhadap Iran pada bulan Mei lalu.

Iran baru-baru ini menembak jatuh pesawat tak berawak AS yang katanya terbang di atas perairan Iran. Trump yang awalnya akan melancarkan serangan rudal balasan, membatalkan serangannya pada menit terakhir. Zarif mengatakan bahwa kedua negara hanya berjarak beberapa menit dari konflik.

“Saya yakin Presiden Trump berhati-hati untuk tidak membalas. Karena dalam pandangan saya, ia menerima informasi bahwa perang dengan Iran tidak akan menjadi perang yang singkat,” kata Zarif.

Pada Kamis (18/7), Iran menyatakan, bahwa pengawal revolusionernya telah menyita sebuah kapal milik asing dan 12 awaknya karena diduga menyelundupkan minyak ke luar negeri. Beberapa jam kemudian, sebuah video yang dirilis menunjukkan bahwa kapal tersebut adalah kapal yang berbasis di Uni Emirat Arab yang telah hilang di perairan Iran selama akhir pekan. Kapal itu relatif kecil dan disita sebagai bagian rutin dari kepolisian terhadap penyelundupan maritim. (fay/aan/indopos/kpc)

Loading...

You Might Also Like