Nak-anak sedang melakukan senam zumba. Foto: Jawa Pos


Para ahli mengatakan bahwa musik upbeat bisa membuat olahraga lebih menyenangkan, dan bahkan meningkatkan detak jantung. Latihan interval intensitas tinggi (HIIT) yang ditandai dengan sesi latihan intensif singkat dan berulang bisa menjadi tantangan bagi siapa pun.

Sementara HIIT efisien waktu dan bisa memberikan manfaat kesehatan yang bermakna di antara orang dewasa yang tidak cukup aktif, satu kelemahan utama adalah bahwa mereka mungkin merasa HIIT itu sendiri tidak menyenangkan," kata Matthew Stork, seorang rekan postdoctoral di School of Health and Exercise Sciences di Universitas British Columbia Kanada, Okanagan, seperti dilansir laman Healthline.

Penelitian yang dipimpin oleh Stork dan diterbitkan dalam jurnal Psychology of Sport and Exercise menunjukkan bahwa musik upbeat bisa membuat latihan HIIT terasa mudah. Bahkan mungkin memotivasi orang yang tidak aktif untuk mulai berolahraga.

Stork bekerjasama dengan peneliti Brunel University London, Costas Karageorghis, seorang ahli musik dan olahraga, untuk mengumpulkan panel para ahli dan kemudian menilai 16 lagu dengan tempo tinggi/upbeat dan memilih tiga lagu yang mereka anggap paling memotivasi.

Lagu-lagu yang dipilih adalah "Let’s Go" oleh Calvin Harris (menampilkan Ne-Yo), "Bleed It Out" oleh Linkin Park, dan "Can't Tt Us Us" oleh Macklemore dan Ryan Lewis. Semua lagu ini memiliki tempo lebih tinggi dari 135 denyut per menit (bpm).

Kami percaya bahwa musik motivasi akan membantu orang lebih menikmati latihan/olahraga, tetapi kami terkejut dengan peningkatan detak jantung," jelas Stork. 

Stork mencatat bahwa temuan ini mencerminkan fenomena yang dikenal yang disebut "entrainment," yang merupakan kecenderungan manusia untuk mengubah ritme biologis mereka menjadi irama musik.

Selain tempo dan ketukan dari tiga lagu yang dipilih, peneliti percaya sifat motivasi dari lirik juga bisa berperan dalam meningkatkan dan mempertahankan intensitas latihan mereka. "Lirik sangat penting dalam hal potensi motivasi mereka," kata Joe Bennett, PhD, seorang ahli musik di Berklee College of Music di Boston.

Penelitian tentang olahraga intensitas rendah seperti jogging telah menemukan bahwa musik memiliki efek disosiatif - mengalihkan perhatian Anda dari rasa sakit atau ketidaknyamanan yang dialami selama latihan.

Musik meningkatkan upaya Anda, mendorong Anda untuk melampaui batas dan menentukan peningkatan kecepatan. Dengan HIIT, sepertinya musik paling efektif ketika memiliki tempo cepat dan sangat memotivasi.(fny/jpnn)

Loading...

You Might Also Like