Perwakilan Smile Train Indonesia Kalteng, Chris Alessandro Philip


PALANGKA RAYA - Perwakilan Smile Train Indonesia Kalteng, Chris Alessandro Philip mengungkapkan rasa senangnya,  atas kegiatan operasi bibir sumbing oleh Polda Kalteng di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya, Senin (17/6/2019). Karena pihak Smile Train membutuhkan rekan-rekan untuk bisa saling koordinasi.

"Karena kami punya kekurangan adalah dalam hal penjaringan pasien-pasien. Kami bersyukur bersama Polri ini bisa menjaring pasien sebanyak mungkin," kata Chris.

Diakui Chris bahwa pihaknya membutuhkan banyak rekan organisasi, institusi ataupun dari pemerintah daerah. Pihaknya juga sangat berterima kasih kepada pihak Polri dalam kegiatan ini sudah membantu pihaknya dalam memfasilitasi tempat operasi, tempat pasien, tempat rawat inapnya, maupun dalam penjaringan pasien.

"Smile Train untuk wilayah Kalteng mulai tahun 2016 melakukan kegiatan. Kegiatan terakhir kemarin bulan April di Tamiang layang. Total jumlah pasien yang sudah kami operasi sekitar 192 pasien, se-Kalteng dari tahun 2016," ungkapnya.

Ia berharap, di  Kalteng kegiatan seperti in berlanjut. Pemerintah daerah dan juga pihak-pihak yang berwenang lainnya, untuk bisa saling koordinasi dengan pihaknya dalam melaksanakan kegiatan ini.

"Kegiatan ini 100 persen gratis. Ini sangat membantu, karena satu pasien saja Rp7 juta, belum lagi biaya yang lainnya. Semuanya, mulai dari tim medis Smile Train yang sediakan," ucapnya.

Lebih lanjut, Chris menyampaikan untuk batasan umur bibir sumbing minimal 3 bulan dan berat badannya minimal 5 kg. Tetapi untuk celah langit-langit minimal 12 bulan dan berat badan minimal 10 kg. Khusus untuk celah langit-langit pihaknya memang sedikit terkendala, karena semakin tua semakin keras langit-langitnya.

"Untuk bibir sumbing yang tua pun tidak masalah, kami pernah mengoperasi pasien berusia 72 tahun, itu pasien dari Pangkalan Bun tapi dioperasinya di Buntok. Kan kasian kejauhan, makanya di seluruh Kalteng kami adakan," katanya.

 Chris mengatakan juga Agustus nanti pihaknya adakannya di Sampit. Sedangkan, untuk tempat-tempat yang sudah pihaknua lakukan kegiatan yakni Palangka Raya, Buntok, Tamiang Layang, Kapuas, Pulang Pisau, Katingan dan Sampit.

"Di Pangkalan Bun kami pernah adakan, hanya saja ada timnya tersendiri bukan saya," pungkasnya. (atm)

Loading...

You Might Also Like