Siswa Mankoraya saat berdikusi dengan siswa lainnya, dalam kegiatan diskusi kelas, belum lama ini. (MANKORAYA UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA - Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa di kelas, guru bisa melakukan diskusi kelompok. Hal ini lah yang dilakukan Guru Al-Quran Hadis MAN Kota Palangka Raya, Asran Dirun, saat pembelajaran di kelas X IPS 1, beberapa waktu lalu.

“Saya berharap dari pembelajaran model tersebut, siswa punya keberanian untuk berbicara di depan umum dan punya pengetahuan tentang mana hadis sahih yang wajib untuk diamalkan, dan mana hadis daif yang untuk ditinggalkan,”ujar Asran Dirun.

Sebelum diskusi, jelas dia, siswa terlebih dahulu dibagi menjadi enam kelompok, dalam setiap kelompok ada lima sampai enam orang. Kemudian tiap kelompok diberikan tema yang akan dibahas, lalu kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok masing-masing, di depan kelas.

Untuk materi Quran hadis  di kelas  X, tambah Asran Dirun, membahas tentang kualitas dan kuantitas hadis. Sebelum masuk kepada diskusi kelompok, minggu sebelumnya sudah dijelaskan tentang syarat-syarat hadis sahih, hasan dan daif. Jadi untuk pertemuan berikutnya, siswa secara berkelompok mencari sebuah hadis tentang keutamaan, membaca surah yasin, al mulk, al waqiah, al rahman, al kahfi dan al dukhan.

"Tiap kelompok terlebih dahulu memaparkan hasil kerja kelompoknya. Lalu dilemparkan kepada peserta kelompok lain untuk memberikan pertanyaan dan tanggapan. Dari sini guru sudah bisa melihat  kemampuan masing-masing siswa saat bertanya, menjawab dan menyampaikan argumentasi," tutupnya. (hms/don/aza)

You Might Also Like