LITERASI: KPM tersebar di 33 desa yang tempatnya masih menumpang di salah satu rumah warga. MIFTAHUL HUDA/RADAR BATU


Literasi Desa

Minat baca warga Kota Batu terus ditumbuhkan. Pemkot Batu menarget tahun 2022 mendatang ada 40 ribu pengunjung di perpustakaan kota. Untuk merealisasikan target tersebut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Batu Erwan Pujo Fiatno menyebut beberapa program yang hendak digebernya.

”Ada tiga program, yaitu literasi masyarakat, literasi sekolah, dan literasi pamong. Khusus tahun ini kami fokus pada literasi pamong. Nantinya di seluruh desa sudah ada perpustakaannya,” papar dia. Dalam teknisnya, dinas perpustakaan dan arsip hanya bertindak sebagai fasilitator saja. Pengadaan seluruh sarana dan prasarana dilakukan secara mandiri oleh setiap desa.

Kebutuhan biaya untuk itu bisa dialokasikan dari bantuan dana desa (DD). Begitu pula dengan pengelolaan perpustakaannya. Semua harus disiapkan oleh masing-masing desa. Sebagai langkah awal, Erwan lebih banyak menekankan pada progam komunitas pembaca masyarakat (KPM) yang ada di 33 desa di Kota Batu.

”KPM ini memang tersebar di 33 desa, hanya saja untuk tempatnya masih menumpang di salah satu rumah warga. Buku-bukunya juga masih kami suplai,” imbuhnya. Berjalannya program tersebut sukses mendongkrak minat baca warga. Dari rekapitulasi sepanjang Januari hingga Desember 2017 lalu, tercatat ada 5.402 pengunjung perpustakaan. Rata-rata kunjungan per harinya ada 20 warga.

Agar minat baca terus meningkat, pihaknya bersiap menambah koleksi buku. ”Kalau yang di lantai tiga ada 4.559 (buku). Tentu itu masih terbilang rendah. Untuk itu, sembari menyiapkan program literasi pamong, kami genjot terlebih dahulu minat baca masyarakat,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Perpustakaan Loeakik Wagiono menjelaskan, usulan program literasi pamong tersebut bakal diajukan dalam agenda perubahan anggaran keuangan (PAK). Untuk nilai pengadaan buku kurang lebih membutuhkan dana Rp 112 juta.

Untuk menunjang sarana perpustakaan di tiap desa, bakal diusulkan bantuan pendanaan senilai Rp 50 juta. Sesuai target dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 24 desa di Kota Batu ditarget bisa memiliki perpustakaan pada 2022 mendatang. ”Target kami bisa menyelesaikan 24 desa. Untuk tahun ini kami targetkan enam desa terlebih dahulu,” kata dia. (Mif/ama/bay/JPC)

You Might Also Like