Ketua Bawaslu Kotim Muhammad Thohari


SAMPIT – Meski Pemilu 17 April 2019 sudah berakhir dengan aman, damai dan tentram. Banyak isu yang beredar bahwa pemilu tersebut banyak politik uang atau terjadinya serangan fajar khususnya pada dapil yang ada di Kotim. Meski demikian, sampai saat ini tidak ada temuan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kotim mengenai isu yang sempat beredar di masyarakat tersebut.

Memang tentang isu politik uang sempat sampai ke telinga pimpinan Bawaslu Kotim beserta jajaran.

“Isu tersebut sampai saat ini belum ada temuan dan juga laporan dari masyarakat. Kita tidak mau menduga-duga atau menyebutkan siapa yang terlibat dalam politik uang tersebut. Sebab, melacak dan menemukan secara langsung menjadi kendala kita selama ini,” jelas Ketua Bawaslu Kotim Muhammad Thohari, belum lama ini.

Diakui Tohari, isu politik uang pada pemilu 17 April 2019 tersebut semakin marak apalagi sebelum pencoblosan berlangsung.

“Banyak yang mengatakan isu politik uang dilakukan oleh calon legislatif bersama timnya, akan tetapi dari pengawasan dari pihak Bawaslu tidak ada ditemukan masalah tersebut,” paparnya.

Tohari menambahkan, timnya sampai tingkat kecamatan memang sangat ekstra keras untuk melakukan patroli.

“Saya beserta jajaran beberapa hari sebelum pencoblosan sering terjun langsung ke lokasi yang memang ada indikasi politik uang. Alhamdulillah, belum ditemukan masalah tersebut. Untuk pemilu ini, jajarannya sampai ke pelosok desa dan kecamatan memantau pergerakan jika memang ada di wilayahnya terjadi masalah tersebut. Ini dilakukan agar pemilu dapat berjalan dengan jujur dan adil,” jelasnya.

Memang, untuk mencegah terjadinya politik uang tidak semudah yang dibayangkan. Sebab, saat ini banyak cara dan juga hal yang dilakukan agar politik uang dapat berjalan dengan lancar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Oleh sebab itu, berdasarkan hal tersebut diperlukan kerja sama semua pihak untuk menanggulangi permasalahan tersebut,” pintanya.

Dirinya yakin dan percaya, jika semua pihak bisa bekerjasama, baik penyelenggara pemilu dan juga ketua parpol di Kotim untuk bersama-sama menyampaikan satu visi yakni katakan tidak pada politik uang, tentunya kepercayaan masyarakat kepada calon legislatifnya akan semakin meningkat. Meski tidak ditemukan politik uang oleh Bawaslu Kotim.

Apa yang disampaikan ini, kata dia, perlu waktu dan kesadaran semua pihak agar jalannya pemilu tersebut dapat benar-benar kembali kepada aturan yang berlaku. Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu dan parpol menjadi menurun tingkat keperyaannya dikarekan oleh hal yang negatif dilakukan.

“Kita berharap, penyelenggaran pemilu khususnya yang ada di Kotim ini harus dewasa dan lebih baik lagi dimasa yang akan datang,” ungkapnya. (rif/abe/ctk/nto)

You Might Also Like