Memilih makanan bukanlah perkara mudah bagi penderita diabetes. Di satu sisi, makanan merupakan hal yang esensial agar mendapatkan cukup energi untuk beraktivitas.

Tetapi di sisi lain, jenis dan porsi makanan yang tidak tepat dapat menyebabkan gula darah melonjak tinggi, sehingga diabetes mellitus sulit dikontrol.

Meski begitu, momen makan harus tetap menjadi saat yang dinikmati oleh para diabetesi (sebutan untuk penderita diabetes).

Studi menemukan bahwa penderita diabetes yang makan dengan suasana hati gembira dan tenang cenderung lebih cepat kenyang dan terkontrol porsi makannya.

Selain itu, yang tak kalah penting, diabetesi juga perlu tahu jenis makanan apa yang baik untuk dikonsumsi.

Makanan yang mampu membantu meningkatkan insulin dan menjaga gula darah tetap stabil amat dianjurkan untuk menjadi menu sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang dianjurkan:

1. Sayuran non-tepung

Terdapat dua jenis sayuran, yaitu sayuran bertepung (starchy vegetables) dan sayuran non-tepung (non-starchy vegetables).

Jenis sayuran bertepung mengandung karbohidrat yang tinggi dan mampu membuat gula darah melonjak, sehingga tak dianjurkan bagi diabetesi. Sebaliknya, sayuran non-tepung justru membantu mengontrol kadar gula darah.

Contoh makanan yang merupakan jenis sayuran non-tepung adalah wortel, jagung, timun, buncis, bayam, selada, sawi, brokoli, atau kol. Sayuran seperti ini dianjurkan untuk dikonsumsi setidaknya dua piring setiap harinya.

2. Makanan berbasis biji-bijian

Jenis makanan ini lebih sering disebut dengan istilah whole grain. Jenis makanan ini merupakan alternatif karbohidrat yang jauh lebih baik dan sehat dibandingkan nasi putih.

Hal ini karena whole grain membantu mengontrol gula darah dan mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Contoh makanan jenis ini adalah beras merah, beras coklat, oats, roti gandum, pasta, dan quinoa.

3. Makanan dengan kandungan lemak tak jenuh

Tak semua lemak bersifat jahat bagi tubuh. Lemak tak jenuh, baik rantai tunggal (monounsaturated fatty acid/ MUFA) maupun rantai ganda (polyunsaturated fatty acid/ PUFA) justru bermanfaat membantu menurunkan kolesterol, menurunkan risiko penyakit jantung koroner, dan membantu mengendalikan gula darah yang tinggi.

Contoh jenis makanan yang mengandung asam lemak tak jenuh adalah alpukat, minyak zaitun, minyak kanola, dan kacang-kacangan.

Agar manfaat baik dari asam lemak tak jenuh bisa didapatkan dengn optimal, jenis makanan tersebut sebaiknya tidak dimasak dengan pemanasan yang tinggi, karena akan mengubah rantai asam lemaknya menjadi lemak yang jahat.

4. Ikan

Jika diabetesi menyukai makan daging, ikan merupakan alternatif jenis daging yang baik untuk dikonsumsi. Jenis ikan yang tinggi omega-3 merupakan pilihan yang paling baik. Sebab, omega-3 tidak secara langsung memengaruhi gula darah, namun bisa membantu regenerasi sel-sel tubuh yang rusak.

Jenis ikan yang termasuk tinggi omega tiganya adalah ikan salmon, tuna, sarden, makarel, dan ikan teri.

Namun demikian perlu diingat juga bahwa cara memasak ikan juga merupakan hal yang esensial. Sebisa mungkin, hindari memasak ikan dengan cara digoreng karena akan membuat lemak jahat menempel pada ikan.

Ikan yang dibakar juga tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan zat karsinogenik yang dapat mencetuskan munculnya sel kanker. Lebih baik masaklah ikan dengan cara dikukus atau direbus selama beberapa menit.

Ternyata memilih makanan untuk diabetesi tidak sulit, bukan? Jenis makanan di atas sangat mudah ditemui sehari-hari.

Tak hanya diabetesi, orang sehat yang tak menderita diabetes juga dianjurkan mengonsumsi jenis makanan tersebut agar kadar gula darahnya terjaga dengan baik.(NP/ RVS/klikdokter)

You Might Also Like