OMK saat menggelar drama tentang penyiksaan terhadap Yesus Kristus yang akhirnya mati di kayu salib, di halaman gereja Katholik St. Paulus Kota Buntok, kemarin.( JENERI/ KALTENG POS)


BUNTOK - Jumat (19/4) merupakan hari yang bersejarah bagi umat Kristiani seluruh dunia. Pada tanggal ini mereka merayakan Paskah untuk mengenang pengorbanan Yesus Krtistus yang mati di kayu salib. Hri Jumat ini juga disebut sebagai Jumat Agung yang diimani dengan hari kematian Yesus Kristus untuk menebus dosa manusia yang ada di dunia ini.

Untuk merayakan hari paskah itu, Orang Muda Katolik (OMK) pun menggelar drama. Drama itu menceritakan, bagaimana pertama kalinya Yesus Kristus ditangkap, kemudian dihadapkan ke Raja Herodes dan Pontius Pilatus, hingga akhirnya Yesus dicambuk dan disiksa lalu disalibkan di Bukit Golgolta atau dikenal dengan Bukit Tengkorak.

Terhitung tiga hari setelah kematian Yesus Kristus itu, Dia pun bangkit dan naik ke surga dan akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan mati. Demikian inti cerita drama yang diperankan 20 OMK. Mereka  memerankan drama ini dengan mengenakan kostum bernuansa etnik Dayak Kalteng, di halaman Gereja Katholik St. Paulus Kota Buntok, Jumat pagi (19/4).

Pastor Stefanus Cholik Kurniadi Pr mengatakan, cerita drama itu merupakan visualisasi jalan salib. Peristiwa iman yang mengajarkan nilai rohani kepada manusia yakni Yesus Kristus sungguh mau mengasihi manusia sampai titik darah penghabisan yang akhirnya mati di kayu salib.

“Korban Yesus di kayu salib menunjukkan apa artinya berkorban demi dan untuk kebenaran,” terangnya.

Pesan dari cerita drama OMK itu, kata dia, siapa saja yang mau berkorban dalam kebaikan dan kebenaran seperti yang Yesus alami maka akan semakin mengerti arti kehidupan. Walaupun sering berkorban, tambah dia, sudah pasti harus menganggung rasa sakit, akan tetapi disitu lah akan muncul makna kemenangan. “Sebab korban salib bukan kekalahan akan tetapi kemenangan,” tegasnya lagi.

Fastor mengajak, di hari Paskah ini marilah sebagai umat manusia dapat terus terus belajar dan mengunyah serta menelaah apa itu arti berkorban dalam kebaikan dan kebenran, terutama dalam pengalaman hidup masing masing. “Selaku Fastor saya mengucapkan selamat hari paskah,”ujarnya mengakhiri.(sos/ner/uni)

You Might Also Like