Hasrat Otavio Dutra ikut pemilu untuk kali pertama di Indonesia harus tertunda. (M Syafaruddin/JawaPos.com)


Ketika masyarakat Indonesia berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), Rabu (17/4) kemarin, Otavio Dutra hanya bisa jadi penonton. Pasalnya, proses naturalisasi bek Persebaya Surabaya ini belum sepenuhnya rampung.

Otavio Dutra sejatinya sudah ngebet ingin mengikuti pesta demokrasi di Indonesia. Apa daya, pemain berdarah Brasil itu harus mengubur impiannya dalam-dalam. Sebab, proses naturalisasinya untuk menjadi WNI masih belum rampung.

Dutra memang tengah melakukan proses naturalisasi. Dia sudah melakukannya sejak awal tahun ini. Sayang, hingga saat ini dia belum resmi menjadi WNI. Praktis, bek Persebaya itu hanya bisa menjadi penonton dalam Pemilu 2019 ini.

Pemain 35 tahun itu memang hanya bisa pasrah. Padahal, keinginannya untuk memilih pemimpin negara cukup besar. Dia menilai pemilu adalah momen sangat krusial bagi masa depan bangsa ini.

“Pemilu ini kan sangat penting bagi masa depan bangsa,” terang mantan pemain Bhayangkara FC itu. Dia pun berharap agar para pemilih menyalurkan suaranya sesuai keinginan.

Meski demikian, Dutra tak merasa bermasalah. Sebab, dia sudah pernah mengikuti proses pemilu. Bukan di Indonesia. Melainkan di negeri asalnya, Brasil.

Maklum, Brasil adalah negeri dengan sistem pemerintahan Republik. Jadi, bagi Dutra, pemilu bukan hal baru. “Di Brasil ada pemilu. Tapi saya sebenarnya sangat ingin ikut pemilu di sini (Indonesia),” pungkas Dutra.(jpc)

You Might Also Like