Peserta ketika berada di Pura Taman Ayun bersama hasil karya gebogan buah. Sementara itu Executive Vice President Telkomsel Area Pamasuka Ronny Arnaz (dua dari kiri) bersama petinggi Telkomsel area Pamasuka (Foto bawah). (TELKOMSEL UNTUK KALTENG POS)


Puncak pesta demokrasi tinggal menghitung hari. Masyarakat akan menentukan siapa pemimpin baru untuk negeri ini. Semua elemen tentu menginginkan agar pelaksanaan pemilu berjalan tanpa halangan. Begitu juga Telkomsel. Mendukung penyelenggaraan pemilu aman dan lancar. 

AGUS PRAMONO, Bali

PAGI menyapa.Angin yang berembus dari Pantai Kuta merangsek masuk melalui jendela. Sejuk. Pesisir salah satu pantai favorit wisatawan asing maupun domestik itu, tampak jelas terlihat dari hotel tempat rombongan menginap. Persis di seberang. Hanya dibatasi jalan raya.


Keseruan berlanjut di hari kedua. Kali ini kami touring. Naik Jeep Volkswagen (VW). Tanpa kanvas atap. Berjalan beriringan. Tampak jelas panorama pemandangan sepanjang perjalanan. Di tengah jalan, terpaksa kanvas atas dipasang. Hujan deras mengguyur. Sebelum itu, 60 awak media diacak menjadi tujuh kelompok. Tiap-tiap kelompok diminta unjuk aksi di setiap tantangan yang diberikan panitia.

Penulis tergabung dalam kelompok 5. Dipercayakan sebagai ketua. Rombongan sampai di Pura Taman Ayun, Desa Mengwi, Kabupaten Badung. Selembar kertas disodorkan ke ketua kelompok. Disuruh membuat gebogan buah. Kekompakan diuji.

Sedikit bingung. Membaca kata gebogan saja, belum bisa membayangkan seperti apa bentuknya. Searcing (mencari) di "mbah" Google. Ketemu. Oh, ternyata menyusun rapi buah-buahan dan bunga. Ada buah apel, salak, jeruk, dan bunga yang semerbak wangi.

Masih bingung soal cara mengawalinya. Kebetulan saat itu ada dua perempuan muda sedang menyapu daun yang gugur di sekitar pura. Sedikit curang memang. Tangan kami melambai. Memintanya mendekat. Meminta petunjuk. Perempuan yang memakai baju adat itu tampak malu-malu. Kedua telapak tangannya tetap saja memegang gagang sapu.

"Ini dulu ya dirangkai?" tanya kami dengan nada berbisik agar tidak diketahui kelompok lain.

"Salah," ucapnya lirih, sambil tangannya memberi aba-aba jika awal menyusun gebogan tidak benar.

Berulang kali bertanya, masih serbasalah. Dua perempuan tadi sudah mulai menjauh. Eh, ganti kelompok lain yang memakai jasanya. Wkwkwk.

Akhirnya kami berusaha dan percaya dengan kemampuan sendiri. Tapi dengan tetap mencari referensi yang lebih modern. Youtube. Hasil akhirnya pun terlihat. Tetap seratus persen belum memuaskan.

Sejenak di Pura Taman Ayun, iring-iringan Jeep VW menuju objek wisata Sangeh. Tempat yang sangat disucikan bagi penduduk Bali. Pepohonan menjulang tinggi. Rindang. Udara terasa sejuk. Sedikitnya ada 700 monyet yang menghuni hutan homogen dengan luas 10 hektare itu. Monyet-monyet itu tak seseram yang dibayangkan rombongan. Terutama kaum wanita. Monyet-monyet itu begitu jinak. Lucu-lucu. Sekumpulan monyet duduk dan bermain di tepian jalan pengunjung. Menunggu uluran tangan pengunjung yang membawa makanan.

Tak sedikit monyet yang merangkak naik ke tubuh pengunjung, hanya untuk mengambil makanan. Momen yang jarang itulah, menggugah pengunjung mengabadikannya dalam jepretan kamera.

Tak berapa lama, petualangan kembali berlanjut ke Desa Jatiluwih, Tabanan. Desa Jatiluwih mungkin merupakan salah satu nama desa paling terkenal, bahkan hingga ke penjuru dunia. Berada di kaki Gunung Batukaru. Memiliki tanah perkebunan dan persawahan yang bertingkat-tingkat, atau yang biasa dikenal dengan sebutan terasering.

Di lokasi itu, lagi-lagi kekompakan dan kreativitas kelompok diuji. Membuat orang-orangan sawah.

Setelah puas menikmati keindahan desa yang berada di ketinggian 850 meter di atas permukaan laut itu, rombongan makan siang bersama, sebelum melanjutkan perjalanan ke Pantai Jimbaran untuk makan malam.

Dalam kesempatan Media Gathering Telkomsel Area Pamasuka 2019, Vice President Information and Communication Technologies (ICT) PT Telkomsel Area Pamusaka Samuel Pasaribu, juga menyampaikan persiapan Telkomsel dalam menyambut pemilu.

Telkomsel sebagai provider telekomunikasi terbesar Indonesia ini, memastikan akan mendukung kelancaran rangkaian pesta demokrasi di Indonesia, terutama area Pamasuka. Hampir 100 persen wilayah Pamasuka sudah ada jaringan 4G. Hanya dua wilayah 3G dan 10 wilayah 2G. Itu pun lokasinya di pedalaman pegunungan Papua.

Untuk di Kalteng, sebut Samuel, sudah ter-cover 80,5 persen. Pihaknya berusaha dan sekuat tenaga menyediakan kapasitas Base Transceiver Station (BTS) untuk selalu bisa memenuhi permintaan dan tidak down. Meski Telkomsel tidak ada kerja sama (kontrak) dengan penyelenggara.

Pihaknya tetap melakukan persiapan penuh demi kenyamanan pelanggan. Jaringan yang menjadi perhatian serius pihaknya, adalah memastikan kondisi jaringan di objek vital. Seperti kantor KPU, Bawaslu, tempat penghitungan suara, kantor kepolisian dan TNI.

"Kami menjamin dari hari pencoblosan hingga pelaksanaan penghitungan suara (H+7), zero down," tegasnya. (ce/ala)

You Might Also Like