Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Klas II TPI Sampit Indra Maulana Dimyati (kaos hijau)didampingi rekannya ketika melakukan pengecekan WNA di salah satu perusahaan.


PANGKALAN BUN – Hingga saat ini diduga masih banyak Warga Negara Asing (WNA) yang tidak memiliki kelengkapan dokumen. Untuk itu Kantor Imigrasi Sampit yang membawahi Pangkalan Bun, Lamandau, Seruyan dan Sukamara akan segera melakukan tindakan. Bahkan beberapa tim sudah turun kelapangan dan melakukan pendataan dibeberapa perusahaan yang ada didaetah tersebut.

"Kami sudah turun ke lapangan dan melakukan pengecekan. Kami masih data mereka WNA yang tidak mematuhi aturan," kata Kepala Seksi Tekhnologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Klas II TPI Sampit  Indra Maulana Dimyati, Selasa (2/4/2019).

Sampai saat ini untuk wilayah Kotawaringin Barat sendiri berjumlah 67 orang. Diantaranya warga Cina sebanyak lima, Korea Selatan 24, Malaysia  25, India lima, Jepang enam, Pakistan satu dan Kanada satu orang.

Keberadaan WNA ini didominasi oleh Malaysia dan Korsel yang ada di Kobar. Semuanya hampir rata-rata berada di wilayah perusahaan perkebunan. Dan mereka yang terdata ini sudah memiliki surat atau dokumen resmi untuk tinggal di Indonesia. Sedangkan yang belum melakukan pelaporan atau mengurus izin, diperkirakan masih ada ratusan WNA yang tersebar di berbagai wilayah.

"Kami sudah peringatkan agar bisa segera melakukan pengurusan apabila tidak tentunya akan ada tindakan tegas. Kami akan deportasi kalau memang nantinya ditemukan adanya pelanggaran," pungkasnya. (son/OL/nto)

1 2

Editor :
Reporter :

You Might Also Like