Bupati Kotim, Supian Hadi


JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi telah menetapkan Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Supian Hadi sebagai tersangka tindak pidana korupsi. Dia diduga telah menerima gratifikasi total senilai Rp2,56 miliar serta mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp5,8 triliun dan USD 711 ribu.

Kerugian negara itu timbul karena penerbitan izin usaha pertambangan (IUP) untuk tiga perusahaan, yaitu PT FMA (PT Fajar Mentaya Abadi), PT BI (Billy Indonesia), dan PT AIM (Aries Iron Mining).

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, Jumat (1/2/2019) mengatakan, kerugian negara ditaksir mencapai Rp 5,8 triliun dan USD 711 ribu itu dihitung dari produksi hasil pertambangan bauksit, kerusakan lingkungan, serta kerugian kehutanan akibat produksi dan kegiatan pertambangan ketiga perusahaan.

Laode juga membeberkan, dalam memuluskan penerbitan IUP tiga perusahaan pertambangan tersebut, modus yang dilakukan Bupati Kotim adalah dengan mengangkat sejumlah tim suksesnya saat pilkada sebai direksi.

Pada PT. FMA, Supian diduga mengangkat teman-temannya yang merupakan timses saat kampanye, sebagai direktur dan Dirut PT. FMA. Mereka mendapat jatah masing-masing 5 persen saham PT. FMA.

"Izin itu juga diberikan secara bertahap. Misal, untuk PT FMA diberikan pada Maret 2011. Saat itu Supian menerbitkan IUP operasi produksi seluas 1.671 hektare kepada PT FMA, yang berada pada kawasan hutan," jelas dia.

Padahal, Supian Hadi disebut mengetahui bahwa PT FMA belum mempunyai sejumlah dokumen perizinan, seperti Amdal.

Selain itu, untuk PT. BI, Supian Hadi diduga menerbitkan izin secara bertahap mulai 2010 hingga 2013. Akibat perbuatan Supian, PT BI diduga menimbulkan kerugian yang dihitung dari hasil produksi setelah dikurangi royalti yang telah dibayarkan dan kerugian lingkungan.

"Sementara, untuk PT. AIM, Bupati Kotim menerbitkan IUP kepada perusahaan itu. Padahal PT AIM tidak memiliki kuasa pertambangan. Perbuatan Supian pun diduga menyebabkan kerugian lingkungan," ungkap dia. (nto)

Loading...

You Might Also Like