Psikolog Irma Dianita memberi tips untuk orang tua dalam mendampingi anak belajar online di rumah/konferensi pers virtual di acara parenting bertajuk, 'The Rise of Digital Parenting' (Marieska/ JawaPos.com)


Dalam beberapa bulan terakhir selama pandemi Covid-19, pembelajaran online menjadi salah satu metode alternatif dari pembelajaran tatap muka secara langsung yang kian popular di tengah masyarakat. Sebab untuk mencegah penularan Covid-19 di dunia pendidikan, sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya belum dibuka.

Namun, kondisi ini memicu kekhawatiran dan pertanyaan baik di kalangan murid, guru, dan khususnya orang tua. Apakah metode pembelajaran yang saat ini diberlakukan cukup efektif untuk anak. Bagaimana cara membantu anak-anak dalam menghadapi berbagai tekanan yang dihadapi saat mereka harus belajar sendiri di rumah?

Psikolog Irma Dianita menegaskan, perkembangan anak yang terus berjalan sebagai pengembangan lanjutan masa golden age, membutuhkan pendampingan dari orang tua karena mereka adalah partner utama bagi anak. Di era digital ini, orang tua perlu pemahaman teknologi yang bersinergi dengan pemikiran yang terbuka dan kritis sehingga dapat menjadi support system yang baik dalam menyiapkan bekal pengetahuan teknologi untuk anak.

“Maka berbagai fasilitas teknologi sangat membantu orang tua untuk mendampingi, membimbing anak serta mengetahui potensi pengembangannya meski dari pembelajaran jarak jauh,” katanya kepada wartawan dalam konferensi pers virtual di acara parenting bertajuk, ‘The Rise of Digital Parenting’, Kamis (6/8)

Maka kunci suksesnya adalah para orang tua harus mau terus meningkatkan pengetahuan dan sabar dalam menghadapi dan mendidik anak-anaknya. Orang tua adalah kunci dalam pendampingan belajar online selama #dirumahaja. Keterlibatan orang tua tetap menjadi salah satu hal terpenting yang dapat mempengaruhi anak-anak dalam mencapai hasil pembelajaran yang maksimal.

“Di era digital dan dengan adanya pemberlakuan home learning secara online, banyak orang tua memiliki tantangannya tersendiri saat harus mendampingi anak mereka belajar, salah satunya adalah keterbatasan waktu,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Regional Director EF English Centers for Kids and Teens Elisabeth Maria. Menurutnya, orang tua memiliki peran yang lebih besar sebagai pendukung utama bagi anak-anak.

Di antaranya umemastikan anak berada dalam kondisi dan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Orang tua juga secara aktif harys memantau proses belajar saat mereka melakukan pembelajaran lewat gawai atau media digital.

“Dalam sebuah kelas digital, penting untuk kita sadari sebagai orang tua, agar anak-anak tidak merasa tertekan atau bosan saat menerima materi pembelajaran. Hal ini menjadi salah satu yang dilakukan oleh guru-guru kami,” kata Elisabeth.

“Kami secara konsisten terus memastikan siswa-siswi kami mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dalam lingkungan mereka,” tutup Elisabeth.

12

You Might Also Like