Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran (kiri) ketika berbincang dengan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di sela-sela kegiatan pembukaan konsultasi regional penyusunan awal RPJMN di Hotel Novotel, Balikpapan, kemarin (20/8). (WANTO UNTUK KALTENG POS)


PALANGKA RAYA-Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menghadiri pembukaan konsultasi regional penyusunan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bersama seluruh gubernur se-Kalimantan. Kegiatan itu dilaksanakan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (20/8).

Gubernur Kalteng, dalam sambutannya sedikit membahas terkait rencana pemindahan ibu kota negara ke pulau Kalimantan dan kandidat kuatnya yakni Kalteng dan Kaltim. Pihaknya dengan rendah hati menyebutkan, bahwa Kalteng tidak meminta.

Diungkapkannya, selama ini Kalteng sudah berusaha memberikan yang terbaik sebagai rencana wilayah pemindahan ibu kota dan doa pun sudah dilaksanakan. Hanya saja, Kalteng memiliki catatan historis yang dibawa langsung oleh Presiden Pertama RI Soekarno.

"Ya kami hanya menunggu kodrat Tuhan saja, apakah Kalteng atau Kaltim yang ditunjuk sebagai ibu kota. Bagi saya itu hal biasa saja, yang penting terbaik untuk Indonesia ke depan," ungkapnya di Hotel Novetel, Balikpapan, kemarin.

Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP) Yusuf mengatakan Provinsi Kalteng terlihat lebih siap untuk menjadi ibu kota pemerintahan RI kedepan.

“Berdasarkan hasil identifikasi Bappenas terkait faktor keunggulan dan kelemahan yang dimiliki khususnya Kalteng seperti keterbatasan infrastruktur dan pernah terjadi konflik sosial,”katanya kepada Kalteng Pos, Selasa (20/8).

Namun sebenarnya bukan itu persoalannya. Tetapi bagaimana membangun sebuah ibu kota yang baru yang tentu tak lepas dari semua itu. Soal infrastruktur tentu harus dipenuhi nanti.

Sementara persoalan konflik sosial merupakan ciri masyarakat yang terbuka. Dan Provinsi Kalteng sudah melewatinya dengan baik serta hidup rukun hingga saat ini dengan Falsafah Huma Betang.  

“Memang sebenarnya Kalteng lah yang lebih ideal untuk menjadi ibu kota, karena para pendiri negara sudah menyiapkannya dengan melakukan peletakan batu pertama tahun 1957 di Kalteng,”ungkap Yusuf.(abw/nue)

You Might Also Like