Lukman Juhara, guru Bahasa Indonesia SMAN 5 Palangka Raya ketika menerima Penghargaan Acarya Sastra, baru-baru ini.( SMAN 5 PALANGKA RAYA FOR KALTENG POS)


PALANGKA RAYA – SMAN 5 Palangka Raya kembali membukukan prestasinya. Kali ini dalam ajang Penghargaan Acarya Sastra bagi Tenaga Pendidik Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang digulirkan Balai Bahasa Kalteng. Salah seorang guru sekolah ini, yakni Lukman Juhara harus bersyukur setelah ditetapkan sebagai Pemenang II, baru-baru ini.

Untuk diketahui, Penghargaan Acarya Sastra merupakan ajang yang ditujukan khusus untuk para pendidik yang sering terlibat dalam kegiatan literasi dan apresiasi sastra, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Termasuk keaktifan dalam komunitas literasi. Selain itu, tentu pula aktivitas menulis atau berkarya terus dilakukan secara konsisten dalam kurun lima tahun terakhir.

Tentu saja konsistensi partisipasi aktif dalam kegiatan literasi dan apresiasi sastra, baik sebagai partisipan, panitia, maupun narasumber harus dibuktikan dengan berkas karya dan laporan portofolio yang representatif.

Menurut Lukman, portofolio yang diikutkan dalam ajang ini adalah cerpen-cerpennya yang sudah dipublikasikan di media massa. Lalu, laporan kegiatan literasi dan apresiasi sastranya kebanyakan adalah partisipasi aktifnya di komunitas Payung Literasi Palangka Raya.

“Alhamdulillah, menjadi pemenang kedua. Mudah-mudahan bisa memotivasi diri maupun rekan-rekan pendidik dan peserta didik untuk belajar, berkarya, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan literasi. Selain itu, semoga ini bisa memotivasi kita untuk selalu mengadministrasikan atau membukukan kegiatan atau hasil karya kita. Portofolio itu memang penting sebagai bukti prestasi kita,” kata guru Bahasa Indonesia yang juga punya hobi bermain catur ini.

Sementara itu, Kepala SMAN 5 Palangka Raya, H Arbusin selalu memberikan apresiasi kepada para guru untuk selalu bekerja dengan baik dan memberikan prestasi terbaik. Menurutnya, semua pendidik tentu harus memotivasi siswanya untuk berprestasi.

“Kami terus memberikan dukungan kepada para guru untuk bersama-sama meraih prestasi dan memotivasi siswanya terus meraih prestasi dan menguatkan karakter. Kami punya komitmen yang kuat untuk itu. Meskipun kekurangan masih tetap ada, termasuk kekurangan dana, semangat Kurikulum 2013  maju bersama hebat semua harus terus digelorakan,” tuturnya memotivasi.(hms/ila/CTK)

You Might Also Like