Ilustrasi. (foto: net)


PENYAKIT asam urat sering kali identik dengan keluhan pegal-pegal dan nyeri. Tidak sedikit penderita asam urat menerima diagnosis ketika mengeluhkan pegal dan nyeri yang muncul, lalu saat diperiksa kadar asam uratnya sudah melampaui batas normal. Untuk mengurangi keluhan pegal dan nyeri, banyak penderita asam urat yang memilih untuk dipijat. Bagaimana ilmu kedokteran memandang hal ini?

Penyakit asam urat atau disebut juga gout merupakan kondisi kadar asam urat dalam tubuh melebihi batas normal. Tingginya kadar asam urat tersebut dapat disebabkan karena dua hal, yaitu produksi asam urat dalam tubuh yang banyak atau ekskresi (pengeluaran) asam urat yang tidak optimal. Pada penderita asam urat, keduanya dapat terjadi secara bersamaan.

Beberapa faktor yang memicu penyakit ini antara lain makanan (terutama yang mengandung kadar purin tinggi), jarang berolahraga, serta kondisi kesehatan tertentu seperti kelebihan berat badan (obesitas) dan masalah fungsi ginjal.

Kadar asam urat yang tinggi tersebut beredar dalam darah dan menumpuk di sendi-sendi. Tumpukan asam urat menimbulkan gejala seperti nyeri sendi, kemerahan, dan sensasi hangat pada sendi, terutama di bagian ibu jari kaki. Jika dibiarkan, tumpukan asam urat akan menjadi tofus, yaitu benjolan keras yang merusak dan mengubah bentuk sendi.

Pijat dan asam urat

Demi bebas dari rasa nyeri dan pegal akibat asam urat, pijat menjadi salah satu pilihan bagi para penderita penyakit ini. Pijat memang bukanlah hal baru di dunia kedokteran maupun pengobatan alternatif. Praktik pijat telah dilakukan sejak dulu dan dipercaya dapat mengurangi berbagai keluhan di tubuh, terutama yang menyangkut otot, tulang, dan sendi.

Bagi penyakit asam urat, praktik pijat sendiri masih banyak pro dan kontra. Di satu sisi, pijat memberikan sejumlah efek positif bagi penderita asam urat. Sebuah penelitian di Universitas Miami, Amerika Serikat (AS), memeriksa dua grup penderita peradangan sendi di pergelangan tangan.

Pada satu kelompok dilakukan terapi pijat satu kali seminggu dengan durasi 15 menit selama empat minggu berturut-turut, sementara kelompok lainnya hanya mendapat obat-obatan untuk mengatasi peradangan sendi. Hasilnya, kelompok yang mendapatkan terapi pijat mengaku mengalami penurunan intensitas nyeri dan peningkatan kekuatan otot dibandingkan kelompok lain yang cuma mendapatkan obat.

Dengan metode yang serupa, ada pula penelitian lain yang dilakukan di New Jersey, AS, tetapi kali ini melibatkan penderita radang sendi lutut. Sebanyak 68 orang dibagi ke dalam dua kelompok.

Satu kelompok mendapat terapi pijat, sementara kelompok yang lain mendapatkan obat-obatan untuk radang sendi. Hasilnya pun senada dengan penelitian sebelumnya. Pasien yang dipijat mengalami pengurangan rasa nyeri, kaku, dan peningkatan fungsi otot dan sendi.

Pemberian tekanan pada beberapa area di tubuh seperti yang dilakukan saat dipijat dapat membantu meningkatkan metabolisme dan melancarkan aliran darah, terutama pada sendi yang mulai rusak. Selain itu, pijat juga dapat meningkatkan penyerapan asam urat sehingga tidak menumpuk di sendi. Kendati demikian, pijat saja tidak dapat mengatasi asam urat.

Perlu diketahui, kedua penelitian di atas tidak ada yang mengklaim bahwa pijat dapat menyembuhkan asam urat. Pijat hanya berfungsi sebagai terapi pendamping dari obat-obatan.

Perhatikan ini sebelum pijat

Bagi Anda penderita asam urat yang sedang merasakan nyeri dan pegal, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Jika serangan gout terjadi – dengan tanda bagian sendi tampak merah, hangat, nyeri, dan sulit digerakkan – tunda dulu niat untuk pijat. Pijatan justru akan memperparah kondisi yang sedang Anda alami.

Penderita boleh melakukan pijat hanya ketika sendiri dalam kondisi tenang dan tidak meradang. Selain itu, pastikan pijat dilakukan di tempat yang jelas atau oleh tenaga profesional.

Jangan lupa untuk tetap membatasi asupan makanan tinggi purin (jeroan, kacang polong, kacang merah, asparagus, bayam, dan sebagainya), rutin berolahraga, dan konsultasi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Penderita asam urat boleh dipijat untuk membantu keluhan nyeri dan pegal. Namun, pijat bukanlah terapi utama, melainkan hanya sebagai terapi pendamping. Konsultasi dan pengobatan oleh dokter tetap dibutuhkan, begitu juga pengaturan pola makan rendah purin. Selain itu, pijat juga hanya boleh dilakukan saat tidak ada serangan gout, dilakukan oleh tenaga profesional, dan pastinya dikombinasikan dengan pola hidup sehat. (klikdokter/kpc)

You Might Also Like