Ilustrasi. Laporan penemuan surat suara tercoblos kepada Polis Diraja Malaysia. (foto: net)


PENYELENGGARAAN pemilu di luar negeri tercoreng. Kabar tercoblosnya surat suara di Malaysia dapat mengoyak kepercayaan publik. Untuk apa ada pemilu kalau sudah tidak dapat dipercaya lagi.

Sebelumnya beredar luas di internet berupa tiga potongan video singkat. Isinya sejumlah kantong berwarna hitam dan putih yang diduga di dalamnya terdapat surat suara. Dari video tersebut, masyarakat setempat menunjukkan surat suara untuk pemilihan presiden yang sudah tercoblos untuk pasangan tertentu. Tak hanya itu, terdapat temuan surat suara yang sudah tercoblos dari beberapa anggota legislatif dari partai politik tertentu.

Dalam video itu disebutkan temuan tersebut berdasarkan penggerebekan masyarakat setempat di ruko kosong di Bandar Baru Bangi, Selangor, Malaysia.

Melalui keterangan tertulisnya, Panwaslu Kuala Lumpur menemukan berkarung-karung surat suara. Ketika diambil sampel terdapat surat suara tercoblos 01 di dua lokasi berbeda. Total surat suara di dua lokasi itu berjumlah 40-50 ribu surat suara.

"Jumlah keseluruhan surat suara di dua lokasi berjumlah 40-50 ribu surat suara," ujar Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Yaza Azzahara Ulyana, Kamis (11/4/2019).

Di lokasi pertama di Taman Universiti Sungai Tangkas Bangi 43000 Kajang, Selangor, terdapat 10-20 ribu buah surat suara.

"Berdasarkan sampel yang dibuka di lokasi, semua surat suara telah dicoblos pada paslon 01. Untuk surat suara legislatif sudah dicoblos Partai NasDem dengan caleg NASDEM DPR RI no urut 3," tutur Yaza.

Begitu juga di lokasi kedua. Petugas Panwaslu mengambil sampel dan hasilnya dari seluruh sampe tersebut terdapat surat tercoblos 01.

"Di lokasi kedua, surat suara yang di coblos yaitu capres 01 dengan caleg DKI Dapil II NasDem No 2. Terdapat juga beberapa lembar susu tercoblos caleg Demokrat nomor urut 3," tutur Yaza.

Komisioner KPU lain Viryan Azis menambahkan, data pemilih di PPLN Kuala Lumpur totalnya berjumlah 558.873 pemilih. Rinciannya laki-laki sebanyak 301.460 pemilih, sedangkan perempuan berjumlah 257.413 pemilih.

Kemudian pemilih yang menggunakan hak pilihnya melalui TPS berjumlah 127.044 pemilih yang tersebar di 255 TPS. Sedangkan pemilih yang mencoblos melalui KSK sebanyak 112.536 pemilih yang tersebar di 376 KSK. Lalu total pemilih melalui Pos sebanyak 319.293 pemilih yang tersebar di 160 Pos.

KPU Selidiki Keaslian Surat

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyelidiki keaslian surat suara di Malaysia yang diduga sudah tercoblos, baik untuk pemilihan presiden dan calon anggota legislatif seperti dalam rekaman video yang beredar di media sosial.

“Surat suara itu belum jelas produksi KPU atau bukan, gudang itu punya KPU atau bukan, kalau kita belum jelas, tiba-tiba berandai-andai itu kan tidak bisa," kata Komisioner KPU Hasyim Asy'ari di kantor KPU RI di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis.

KPU mengadakan rapat mendadak yang membahas terkait video tersebut yang beredar di media sosial termasuk pesan berbasis aplikasi, WhatsApp.

KPU, katanya, sedang mengklarifikasi semua hal yang terdapat dalam video singkat tersebut.

Klarifikasi itu, lanjut dia, menyangkut tempat penyimpanan surat suara yang disewa Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN), metode pemungutan suara baik melalui TPS, kotak suara keliling (KSK) atau pos serta waktu pemungutan suara dengan ketiga cara itu.

Selain itu, KPU juga mengklarifikasi cara pengemasan surat suara seperti di dalam video yang dikemas di dalam kantong.

Metode pemungutan suara dengan KSK, lanjut dia, surat suara ditempatkan di dalam kotak suara yang disegel bukan di dalam kantong seperti dalam video itu.

"Ini harus diperjelas dulu, karena kami belum mendapat informasi jelas tentang hal itu, maka kami akan klarifikasi dulu. Kalau sudah dapat informasi memadai, baru kami akan mengambil sikap, kebijakannya bagaimana," imbuhnya.

Senada dengan Hasyim, Ketua Kelompok Kerja PPLN Wajid Fauzi mengaku masih menunggu informasi dari PPLN di Kuala Lumpur, Malaysia.

1 2

You Might Also Like