Kapolda Kalteng mendapat apresiasi dari TNI dan instansi lain setelah menggelar acara Natal Kebangsaan, akhir Desember 2017 lalu. (AGUS PRAMONO/KALTENG POS)


Kebhinnekaan itu terlukis rapi, elok dan penuh harmoni. Semuanya bersatu menjaga nilai luhur yang telah tertanam dalam falsafah Huma Betang.

AGUS PRAMONO, Palangka Raya

PADA setiap kesempatan, saat menyampaikan sambutan atau pun kepada awak media, Kapolda Brigjen Pol Anang Revandoko selalu menekankan agar tetap saling menjaga toleransi di Bumi Tambun Bungai. Berulang-ulang dan tidak bosan.

Meski, sejauh ini, keharmonisan antaragama dan suku tergambar jelas di masyarakat. Menjaga kerukunan baginya adalah prioritas. Tantangan akan berat jika masyarakat tidak bergandengan tangan. Apalagi saat ini. Di dunia maya masih bertebaran berita-berita yang belum pasti kebenarannya.“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita bersaudara. Jangan saling menghujat, jangan saling menjelekkan, jangan saling memfitnah,” katanya beberapa waktu lalu.

Gelar Mantir Hai Panambahan Antang Baputih Penyang Karambang Lewu Mandereh Danum yang dianugerahkan kepada kapolda serta 14 kapolres yang mendapat gelar Mantir Panambahan, dijelaskan kembali oleh Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Palangka Raya, Mambang I Tubil.

Menurut Mambang, gelar itu diberikan bukan persetujuan satu orang. Tapi melibatkan damang dan mantir se- Kalteng. Kapolda dan kapolres jajaran memiliki cara sangat baik ketika berkomunikasi dengan masyarakat, terutama yang menyangkut adat. Terutama dalam menjaga keberagaman dan menjauhkan isu SARA dalam kehidupan bermasyarakat. Kepolisian bekerja dengan profesional. “Kapolda salah satu tokoh yang mencetuskan menyatukan keberagaman dan kebangsaan. Layak diberi gelar itu,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Begitu juga dengan gelar yang diberikan kepada 14 kapolres. Pihaknya memantau terus sebelum diberikan gelar.

Ke depan, pimpinan wilayah dari kepolisian bisa bekerja sama menciptakan kamtibmas kondusif. Baik dalam bentuk memberi masukan atau saran menyelesaikan sengketa yang menyangkut adat. “Kita bisa minta saran kepada kapolda atau kapolres,” sebut Mambang.

DAD meyakini, pesta demokrasi yang akan dilaksanakan di 10 kabupaten dan 1 kota akan berjalan aman. Masyarakat diajak bersama-sama meredam isu-isu negatif, yang bisa berujung terjadi konflik sosial.

Mantir dan damang se-Kalteng siap mendukung kepolisian dan instansi terkait, untuk mengamankan jalannya pilkada serentak. Jika pilkada terlaksana tanpa ada kendala, diyakini Kalteng akan semakin maju. Investor tanpa ragu menanamkan modal di Kalteng. Investor juga harus patuh dengan empat pilar huma betang. Yakni kejujuran, kesejahteraan, musyawarah mufakat dan ketaatan hukum adat serta hukum positif. (ce/bersambung)

You Might Also Like