Wagub Kalteng, Habib Said Ismail


PALANGKA RAYA  - Wakil Gubernur Kalteng Habib H Said Ismail mengatakan tidak ada program 1,4 juta transmigran baru di Kalteng. Dia ingin meluruskan isu yang sempat membuat ramai tersebut.

Diungkapkannya, setelah aksi damai berlangsung maka saat itu juga pihaknya bersama dinas terkait melakukan pertemuan dan membahas kesalahpahaman itu. Saat ini pemerintah tengah menyiapkan program food estate yang memerlukan jutaan tenaga kerja, bukan program mendatangkan jutaan transmigrasi.

“Saat ini program food estate tersebut sedang dimatangkan oleh pemerintah untuk sesegera mungkin dilaksanakan, dan Senin (18/2) kami sudah membahas permasalahan ini dan dipastikan 1,4 juta transmigran itu hanya kesalahpahaman,” ungkapnya saat diwawancarai usai menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Kalteng, belum lama ini.

Dijelaskannya, terkait program ini food estate ini, ini bukan proyek yang secara keseluruhan direalisasikan. Menurutnya, program ini dilakukan secara berkelanjutan khususnya untuk menentukan wilayah yang dijadikan kegiatan dan termasuk kebutuhan tenaga kerja.

“Ini bukan proyek yang harus secara keseluruhan direalisasikan, ini akan berkelanjutan nantinya,” jelasnya.

Dikatakan wagub, memang dari awal program ini rencananya dicanangkan hanya dua kabupaten saja di antaranya Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau. Namun, kata dia, seiring dengan perhitungan serta berdasarkan hasil penelitian terutama mengenai kelayakan lahan maka food estate ini merambah ke beberapa kabupaten kecuali Kabupaten Lamandau.

Food estate ini nanti banyak programnya dan komoditas yang dikembangkan misalnya di Kabupaten Sukamara rencananya dilakukan pemeliharaan dan penggemukan sapi,” katanya.

Menurutnya, program food estate yang sudah berjalan saat ini yakni pengembangan 50 ribu hektare komoditas jagung di Kabupaten Barito Utara. Tenaga kerja di tempat itu pun penduduk lokal yang diberi kepercayaan ikut menjalakan program tersebut.

“Sudah ini. Ada yang sudah mulai berjalan dan tenaga kerja pun penduduk lokal sekitar wilayah tersebut,” tegasnya.

Ditambahkannya, pemerintah belum tentu memasukan transmigrasi untuk memenuhi banyaknya kebutuhan tenaga kerja pada program food estate ini. Mengingat, sambung dia, dengan tenaga kerja lokal yang ada saat ini kebutuhannya bisa terpenuhi. (abw/uni/ctk/nto)

You Might Also Like