Ilustrasi penjambretan. (Roy/Kalteng Pos)


SAMPIT – Nasib sial menghampiri Saniah. Ibu rumah tangga (IRT) berusia 55 tahun itu harus kehilangan dompet berisi uang Rp5 juta plus surat-surat penting lainnya setelah dijambret di sekitar simpang empat Jalan Kartini, Sampit, Senin (18/2) petang sekitar pukul 17.30 WIB.

Padahal, dia bersama anaknya sempat menemukan jejak pelaku setalah sempat kejar-kejaran dalam Kota Sampit.

Namun usahanya tak membuahkan hasil, karena warga di sekitar lokasi ditemukan sepeda motor beserta helm pengaman kepala yang diduga digunakan pelaku penjambretan, mengaku tak mengenal pemilik sepeda motor itu.

Informasi yang dihimpun Kalteng Pos, Selasa (19/2), awalnya ibu dari dua anak, asal Banyuwangi itu naik sepeda motor Yamaha Jupiter Z bernopol KH 2884 FN berboncengan dengan anaknya Novia Hariati (24). Mereka bermaksud untuk membeli makanan kucing.

Tapi karena di tempat langganannya tidak ada, sehingga mereka harus mencari makanan kucing di tempat lain. Saniah bersama anaknya pun harus keliling Kota Sampit untuk mencari makanan kucing. Dalam perjalanan, tas berisi dompet serta uang Rp5 juta ditempat pada posisi tengah sepeda motor.

Ketika sedang melaju di Jalan Kartini, dari arah simpang empat lampu merah Jalan RA Kartini, hingga menuju arah Jalan Wolter Kondrat, muncul motor Honda Scoopy KH 6740 LT yang dikemudikan seorang pria tak dikenal. Pengemudi Scoopy itu langsung menarik tas korban berisi dompet, dan melaju dengan kecepatan tinggi.

“Saya sama anak saya itu pelan saja pakai motor, tiba-tiba ada orang dari belakang mepet, lalu mengambil dompet saya, ada uang lima juta di dalamnya,” kata Saniah saat melaporkan kejadian itu di Polres Kotim, Senin malam (18/2).

Korban berbadan gemuk yang mengenakan daster motif batik tampak kaget. Awalnya, mereka menduga dicandain salah seorang adiknya bernama Augiono (54). Namun setelah beberapa detik, mereka baru sadar telah menjadi korban penjambretan.

Saniah dan anaknya pun memacu Yamaha Jupiter Z yang mereka tumpangi untuk mengejar pelaku yang mengendarai Scoopy itu. Sempat terjadi kejar-kejaran. Upaya pengejaran terhadap pelaku sempat menemukan titik terang, ketika korban menemukan sepeda motor Scoopy beserta helm yang diduga digunakan pelaku penjambretan. 

“Saya kira itu adik saya ternyata bukan, setelah saya tahu itu jambret lalu saya kejar sama anak saya sambil teriak, tolong-tolong ada maling, jambret pencuri tapi orang enggak tahu kalau itu maling,” ungkapnya.

Setelah diberitahu anaknya bahwa itu jambret, Saniah pun menambah kecepatan sepeda motornya untuk mengejar pelaku sambil berteriak maling dan meminta tolong kepada warga sekitar. Bahkan pelaku meninggalkan sepeda motornya di Jalan Sukabumi, arah Pasar Keramat, Kecamatan Baamang.

“Saya masuk gang di sana, ada motor Scoopy warna putih dan memang itu motornya (pelaku, red). Saya tanya warga enggak tahu motor siapa. Lalu saya cari masuk ke dalam dan helmnya warna merah dibuang di padang sabat (hutan). Saya cari masuk enggak ketemu orangnya. Sampai saya jatuh di belakang rumah orang saat mencari tadi dibantu warga juga karena saya teriak minta tolong,” ungkap Saniah sambil memperlihatkan pakaiannya yang kotor karena mengejar pelaku penjambretan. (ais/ens/ctk/nto)

You Might Also Like