Ilustrasi. (foto: net)


PALANGKA RAYA – Anggota Komisi A DPRD Kalteng HM Anderiansyah mengapresiasi langkah KPU dalam mendekatkan diri kepada pemilih milenial dengan melakukan diskusi dan sosialisasi. Tidak bisa dipungkiri, jumlah pemilih pemula atau pemilih milenial di Kalteng cukup banyak.

Diharapkan dengan begitu pemilih milenial memahami mekanisme memilih dan menggunakan hak suaranya untuk memilih anggota legislatif atau presiden.

"Saya mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan KPU mendekatkan diri kepada pemilih milenial ini, baik secara langsung maupun melalui media sosial,” ungkapnya saat dibincangi, Rabu (13/2).

Dijelaskannya, pemilih milenial yang ada di Kalteng jumlahnya puluhan ribu dan beberapa di antaranya adalah mereka yang memiliki KTP-el tidak berada didaerah asal saat pemilu. Misal saja, kata dia, mereka yang sedang menempuh pendidikan di Kota Palangka Raya sedangkan KTP-el berdomisili di daerah luar Kota Palangka Raya.

"Mereka yang demikian masih bisa menggunakan hak pilihnya dengan syarat melakukan permohonan kepada KPU," tegasnya.

Pihaknya berharap, KPU tidak henti-hentinya menyosialisasikan hal ini kepada mereka yang berpotensi memberikan suaranya. Jangan sampai, tambah dia, mereka tidak menggunakan hak pilihnya dengan alasan tidak berada di daerah asal saat pemilu nanti.

"Ini harus benar-benar sampai kepada mereka. Misal sosialisasi ke beberapa universitas, juga di samping aktif sosialisasi di media sosial. Mengingat anak-anak muda saat ini lebih cepat mendapat informasi di media elektronik," kata politikus PKB ini.

Tetapi, sambung Anderiansyah, salah satu konsekuensi jika tidak memilih di daerah asal maka ia akan kehilangan salah satu surat suara. Misal, ia berada di daerah lain tetapi masih satu dapil di tingkat provinsi maka ia akan kehilangan satu surat suara DPRD kabupaten/ kota.

"Pemilih milenial harus paham maslah seperti ini, agar mereka memahami surat suara mana saja yang berhak didapat saat melakukan pemindahan pemilih," pungkasnya. (abw/uni/ctk/nto)

You Might Also Like